statistik

Blogger Mobile

Kamis, 14 Oktober 2010

Teka-Teki SFC di akhir kompetisi

Rasa optimisme yg tinggi justru bisa menjadikan blunder didalam tubuh SFC.
bagaimana tidak 2 piala bergengsi bisa diperoleh SFC dalam waktu kurang dri 3 bulan.
bermula dari Throphy Perdana IIC (inter Island Cup) atau piala antar pulau yang baru digeber oleh PSSI
berhasil menambah kemilau SFC di tingkat Nasional.
sedikit mengingat perjalanan SFC di ajang IIC. Dilaga awal SFC dipaksa mengakui keunggulan Persiba 0-3 dihadapan suporternya sendiri,
tetapi hasil yang sangat mengejutkan kembali didapat SFC kala berhasil memalukan Persib Bandung 6-0 yg notabene hanya membutuhkan hasil paling tidak imbang untuk meraih tiket ke babak Final, kemudian di partai final berhasil menundukan Persiwa 2 gol tanpa balas.sehingga mendaratlah trophy perdana IIC di Tanah wong kito.

selang beberapa hari kemudian SFC kembali menunjukkan tajinya di kancah Sepakbola dalam Negri ketika berhasil mempermalukan tuan rumah Arema FC
yang saat itu bertanding dihadapan pendukung nya pada ajang Comunity Shield.
Stadion Kanjuruhan dan Aremania yang dikenal angker pada musim lalu dipaksa mengakui keunggulan SFC ketika melihat Skor akhir 1-3 yg menunjukkan keperkasaan tim ini.
sekali lagi Thropy kembali menghiasi lemari SFC.

Dengan prestasi diawal musim inilah banyak sekali Forum-Forum jajak pendapat yg mengunggulkan SFC sebagai Favorit juara ISL musim 2010-2011.
tapi.... selanjutnya apa yg akan terjadi????

Dalam rangka tur Jatim menghadapi Deltras Sidoarjo dan Persela,SFC dipaksa pulang dengan kepala tertunduk.
hasil yang cukup memberikan shock therapy bagi Pemain sekaligus pendukung SFC ketika dipermalukan oleh tim debutan yang baru promosi ke Liga Super pada musim ini
Deltras Sidoarjo yang kala itu boleh dikatakan bermain Ngotot (dengan sedikit menggunakan otot,red. hehehe)
berhasil mengalahkan SFC 3-1 dihadapan pendukungnya sendiri.
selang beberapa hari SFC kembali mengikuti jadwal yg kala itu harus menghadapi Persela di lamongan kembali harus menelan Pil pahit setelah 2x 45 menit Persela Unggul 1-0
sehingga Pulanglah Armada Ivan Kolev ke Palembang dengan tidak membawa Poin sama sekali.

dua kekalahan diawal musim cukup untuk SFC berbenah diri dan musti terbangun dari rasa Optimisme yang berlebihan dan bersiap untuk mengahadapi partai lain yang ada didepan mata.
dan sekali lagi tampaknya cobaan menghantam SFC diawal musim ini, Squad yang bisa dikatakan ideal saat ini terpaksa sedikit di poles kembali ketika beberapa nama beken
yang digadang-gadang bakal bersinar dimusim ini harus berkutat dengan cidera sehingga memaksa IK untuk melengkapi Kuota yang diberikan oleh BLI.
beberapa nama pemain disodorkan oleh manajemen untuk diseleksi oleh Ivan Kolev tapi lagi-lagi IK tidak meloloskan dan berdalih belum menemukan pemain ideal untuk timnya.
sehingga menimbulkan rasa sedikit was-was di tubuh pendukung SFC karena jendela transfer yg hanya beberapa hari lagi segera ditutup.

Akankah SFC masih bisa di Favoritkan Juara???

bisa dikatakan agak sedikit sulit Banyak faktor penyebabnya. Pertama, start buruk dilaga awal, yaitu kalah 1-3 dari Deltras dan 1-0 dari Persela.
Dua musim terakhir, trend tim juara diawali dengan kemenangan. Musim 2009/10, Arema bisa menang 1-0 atas Persija dilaga perdananya, 11 Oktober 2009 dan imbang 0-0 dengan PSPS (14/10/2009).
Sementara, Persipura bisa juara 2008/09 karena trend laga perdananya imbang 2-2 dipartay away lawan Sriwijaya (12/7/2008) dan menang 1-0 atas PSMS Medan (21/7/2008).
Faktanya, Sriwijaya tidak menuai kemenangan dilaga perdananya.

namun semua akan terlihat sedikit mudah,
Setidaknya Skuad Ivan Venkov Kolev, punya kesempatan untuk langsung melejit saat melakoni 7 home berturut.
Masing-masing lawan PSM Makassar, Persiba Balikpapan, PSPS Pekan Baru, Persija Jakarta,
Persib Bandung, Persijap Jepara, dan Persibo Bojonegoro.
Namun, syarat mutlaknya jangan tergelincir. Artinya, tidak ada satu pun poin yang boleh diambil lawan dari Jakabaring.
Semua harus disapu bersih (21 poin) plus 10 home lainnya hingga akhir musim. Jika semua terealisasi, maka Sriwijaya diprediksi langsung tembus zona big four (empat teratas)
dan mengintip bursa juara.
tapi...Harus diingat pula, satu saja kalah dipartai home (hilang 3 poin), maka lebih dari 60 persen Sriwijaya sudah gagal jadi juara.
Sebab, statistika ISL, tidak mencatat bahwa ada sebuah tim yang bobrok di home, tapi bagus di away. Yang ada, bagus dihome bagus pula di away (contohnya musim lalu Arema dan Persipura). Kemudian
tim bermain bagus dihome tapi jelek diaway (contohnya Persiwa dan Sriwijaya). Serta tim yang jelek di home, diikuti pula jelek di away (contohnya Persik dan Pelita Jaya).

Sebagai perbandingan, Arema bisa jadi juara musim 2009/2010 lalu karena 16 kali menang home (kecolongan sekali kalah 1-2 dari Persiba, pada 24 Januari 2010).
Serta 9 kali menang dan 2 seri pada away. Persipura bisa juara edisi 2008/2009, karena juga 16 kali menang home (kecolongan sekali imbang 1-1 dengan Persijap Jepara, pada 15 Agustus 2008).
Serta 9 kali menang dan 3 imbang di laga away).
Artinya, untuk jadi juara, Sriwijaya tak sekadar harus menyapu bersih partai home (total ada 17 partai home atau setara maksimal 51 poin).
Tapi, minimal bisa menang lebih dari 9 kali dipartai away (total 17 partai away) atau meraup diatas 27 poin away.
Toh, kalau memang harus ada kekalahan di partai home, maka mau tidak mau poin yang hilang harus diganti dengan poin away.
Jika gagal, tak usah bermimpi lagi menjadi juara ISL III.

tapi setidaknya ini hanya merupakan Prediksi saja, semoga SFC bisa kembali mengharumkan nama Sumatera Selatan.
amiin... Bravo SFC.......