statistik

Blogger Mobile

Selasa, 09 Agustus 2011

Rangkuman Berita SFC Dalam 3 Hari

Beto Pakai Nomor Keramat
Alberto Goncalves dipastikan menjadi milik Sriwijaya FC. Ia mendapatkan warisan keramat miliki Zah Rahan yakni nomor punggung 10.
FC Sriwijaya


"Kita berikan Beto nomor punggung 10. Kami rasa dia layak memakai nomor yang kita anggap dipakai para pemain yang memiliki keistimewaan," kata Direktur Teknik dan SDM PT SOM, Hendri Zainudin, Senin (8/8).

Nomor itu memang lowong sejak ditanggalkan Yong Jie Mu. Sebab tidak ada yang berani memakai nomor warisan Zah Rahan Krangar. Pemain nomor 10 sangat identik dengan pemain yang memiliki keistimewaan.

"Kami lihat Beto memiliki keistimewaan itu dan layak mengenakan nomor 10," jelasnya.

Jika tidak ada aral melintang, Beto akan datang ke Palembang pada 13 Agustus 2011 untuk membicarakan kelanjutan kontraknya di musim 2011/2012 mendatang.

Siap Tampung Trio Persib 
Manajemen Sriwijaya FC (SFC) mengaku siap menampung para pemain bintang Persib Bandung jika manajemen tim berjuluk Maung Bandung itu berniat melakukan cuci gudang.

FC Sriwijaya


Ya,seiring keluarnya keputusan PSSI yang telah membatasi besaran gaji pemain senilai Rp500 juta membuat PT Bandung Bermartabat selaku manajemen Persib berencana melepas sejumlah pilar utamanya jika mereka enggan menurunkan gajinya,yang rata-rata di atas ketentuan tersebut.

“Saya dengar Persib mau melepas para pemain bintangnya karena mereka tidak sanggup membayar gaji mereka.Kalau itu memang benar,kami siap kokmenampung beberapa di antaranya,”ungkap Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Hendri Zainuddin. Beberapa pemain yang akan dilepas tersebut adalah Cristian Gonzales,Eka Ramdani,Atep,Siswanto,Maman Abdurrahman,serta Markus Horizon. Kabarnya,di antara keenam pemain tersebut,salah satu di antaranya memiliki kontrak sebesar Rp1 miliar per tahun.

Persib bahkan berencana mengambil langkah tegas jika para pemain tersebut tidak mau menurunkan harga sesuai ketentuan yang telah ditetapkan PSSI. Persib memilih untuk berkompetisi menggunakan tenaga para pemain muda berpotensi yang berasal dari akademi sepak bola internal Persib. Celah inilah yang saat ini tengah dimanfaatkan oleh SFC untuk membajak para punggawa inti Persib demi mengejar ambisinya menjadi juara Liga Indonesia musim depan.Apalagi,pihak manajemen SFC telah mendapatkan kepastian jaminan dari Gubernur Sumsel H Alex Noerdin terkait pendanaan musim depan asalkan Laskar Wong Kitobisa kembali naik podium menjadi kampiun di kompetisi level tertinggi di Indonesia.

“Sesuai instruksi Pak Gubernur Alex Noerdin,kami ditugasi untuk mencari para pemain terbaik dan mendatangkannya ke SFC.Dengan demikian,musim depan kami bisa kembali menjadi juara,”tuturnya. “Sementara masalah dana Beliau telah berjanji untuk mencarikan jalan keluarnya. Jadi,jika mereka (pemain Persib) mau bergabung tentu akan kami terima,” tandasnya. Dia menyatakan,dari sederet pemain tersebut,pihaknya membidik Gonzales, Siswanto,dan Maman.

Nama pencetak dua gol Indonesia ke gawang Turkmenistan memang sudah sejak lama dikait-kaitkan dengan SFC,bahkan sejak kompetisi musim lalu baru berakhir.Namun,saat itu pihak Persib menyatakan masih tetap ingin memakai tenaganya,maka proses negosiasi menjadi mentok. Untuk Siswanto dan Maman,dua nama ini memang belakangan tengah diupayakan oleh manajemen SFC untuk segera berganti kostum.Namun,lagi-lagi kedua pemain tersebut tak kunjung memberikan kepastian dan masih jual mahal sehingga proses transfer berjalan alot.

“Memang hingga kini proses negosiasi terhadap keduanya masih belum ada kepastian karena mereka masih mematok harga tinggi. Tetapi kalau memang mereka tidak bersedia, kami tidak masalah.Sebab,pada dasarnya tim kami yang ada sudah cukup komplet dan siap bersiang dengan tim lain dalam merebut juara,”sambung Pelatih SFC Kas Hartadi.

Sriwijaya FC Berharap Tetap Satu Wilayah

Manajemen Sriwijaya FC (SFC) kurang setuju dengan rencana PSSI terkait format kompetisi musim depan. Pada pembahasan format kompetisi,PSSI kepengurusan baru mewacanakan akan menerapkan kembali model kompetisi dua atau tiga wilayah di Indonesia Super League (ISL) 2011/2012.
FC Sriwijaya


Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM),manajemen SFC, Hendri Zainuddin menilai hal itu sama saja dengan kemunduran sepak bola Indonesia, tentu jika ketetapan itu dipaksakan untuk dilaksanakan. Alasan Hendri,pada era kepemimpinan Nurdin Halid di PSSI sebelumnya,pola seperti itu sudah pernah diterapkan.

Kala itu perkembangan sepak bola negeri ini menjadi kurang merata. Sebab,seluruh tim tidak bisa saling bertemu dan menjajal kekuatan masingmasing. Hasilnya,ketika juara liga bertemu dengan tim dari negara lain di Asia pada Liga Champions Asia (LCA) maupun Piala AFC,mereka tampil kurang maksimal.

Tapi,sejak adanya perubahan format liga menjadi lebih profesional hingga berubahnya nama kompetisi tertinggi menjadi ISL,kondisinya berbeda. ISL menerapkan sejumlah persyaratan yang cukup tinggi kepada klub peserta mulai dari segi finansial maupun fasilitas.

Maka,lambat laun perkembangan sepak bola Indonesia sudah bisa kembali bersaing dengan negara-negara Asia lainnya. Hendri lalu memberikan contoh sukses SFC dua kali menembus babak 16 besar Piala AFC.Selain itu,Persipura musim ini juga mampu menembus 8 besar pada ajang serupa dan berpeluang ke semifinal.

Pencapaian seperti ini,menurut Hendri, seharusnya lebih ditingkatkan lagi dengan menambah gengsi dan persiangan di antara klub di Indonesia. ”Kalau kami kembali lagi melakukan kompetisi dengan cara pembagian wilayah,ini sama saja dengan kemunduran. Format yang dijalankan ISL selama beberapa musim ini sudah bagus dan sesuai dengan keinginan bersama. Tentu,semua untuk meningkatkan status liga dan klub menjadi lebih profesional,” lanjutnya.

Dengan kondisi seperti ini,Hendri berharap agar PSSI tidak memaksakan keputusan mereka,apalagi berbagai ketetapan yang dikeluarkan terkesan dipaksakan.”Lihatlah sekarang,dengan dalih melakukan verifikasi ulang terhadap seluruh klub di Indonesia, PSSI akan mengubah tatanan yang ada,” pungkas Hendri.



Batas Maksimal Pemain SFC 25 Orang

Rapat antara manajemen dan pelatih Sriwijaya FC dijelaskan Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Hendri Zainudin, sebagai penentuan akhir dari perburuan pemain.
FC Sriwijaya


Rapat inilah yang akan menentukan skuad Laskar Wong Kito untuk musim 2011/2012 mendatang.

"Rapat 13 Agustus nanti sebagai bentuk penentuan akhir dari perburuan pemain, kita akan berkonsultasi langsung kepada Presiden Klub Dodi Reza Alex dalam penentuan jumlah pemain yang dibutuhkan SFC musim depan, sebab kita tidak ingin kejadian musim lalu terulang, sehingga terjadi pembengkakan jumlah pemain," kata Hendri Zainudin, Minggu (7/8/2011).

Menurut Hendri, sejauh ini beberapa pemain baru sudah didapatkan, sementara pemain lama masih dalam proses seleksi. Siapa saja yang tereliminasi dan siapa pula yang dipertahankan.

"Seluruh pemain yang diperkirakan sekitar 24-25 dan tidak boleh lebih dari itu, tetapi pemain ini akan diusulkan dalam rapat dan akan ditentukan dalam rapat antara manajemen dan pelatih," jelas Hendri.
Kayamba Lebih Baik dari Dzumafo

Seperti diketahui, Dzumafo memang merapat ke SFC. Padahal manajemen sudah melakukan kesepakatan dengan striker Brazil Alberto Goncalves. Kondisi ini membuat manajemen sempat mengalami dilema.
FC Sriwijaya


Meski kemudian Direkrut Teknik dan SDM PT SOM Hendri Zainudin sempat memutuskan memilih Beto, tetapi muncul wacana baru untuk menduetkan kedua di musim depan.

"Kita pilih Beto, meski kemudian Dzumafo mau bergabung. Memang ada usulan dari rekan-rekan facebook untuk menduetkan keduanya, dan Kayamba fokus di asisten pelatih, tetapi semunya kami serahkan kepada pelatih tentang kebutuhan tim," jelas Hendri, Minggu (7/8/2011).

Terkait dengan kondisi ini, pelatih Kas Hartadi yang dikonfirmasi Sripoku.com memberikan jawaban bahwa tidak mungkin mengambil Dzumafo, karena SFC sudah mendapatkan Beto.

"Saya pikir regulasi PSSI sudah jelas klub memakai 3 pemain asing plus 1 Asia. Kalau untuk kualitas Kayamba saya pikir sudah terbukti di SFC, sehingga keberadaan Beto sudah cukup," jelas Kas.

Terkait dengan permintaan fans agar Kayamba lebih fokus menjadi asisten, Kas kurang sepaham, menurut dia Kayamba bisa bermain untuk dua musim lagi jika dia mau."Saya pikir Kayamba sangat berkualitas dan lebih paham permainan SFC," jelasnya.

Kas Pilih Lim Ketimbang Dzumafo

Pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi lebih respek untuk mempertahankan Lim Joon Sik dibandingkan mengambil Herman Dzumafo Epandi. Posisi Lim lebih dibutuhkan tim dibandingkan menambah barisan penyerang.
FC Sriwijaya


"Sebab kita sudah sepakat dengan Alberto Goncalves, kualitasnya bagus dan lini depan kita sudah cukup," jelas Kas, Minggu (7/8/2011).

Menurut mas Kas sapaannya, tenaga Lim lebih dibutuhkan untuk lini tengah Laskar Wong Kito mengingat Firman Utina dan Dirga Lasut dipanggil Timnas, praktis hanya menyisakan Ponaryo Astaman.

"LIm kulaitasnya bagus dan setengah musim itu dia memberikan kontribusi besar bagi lini tengah SFC," jelas Kas Hartadi.