statistik

Blogger Mobile

Kamis, 23 Agustus 2012

SEJARAH (Bagian 1) : Apakah Kamu Kenal Dengan Erick William ?

Baiklah... Dalam kesempatan kali ini, saya akan mencoba mengupas tentang sejarah Sriwijaya FC, namun kali ini saya mencoba Fokus dahulu untuk membahas Erick William.

Saya akan mencoba merefresh ingatan kalian tentang, siapa itu Erick William, siapa orang itu, Apa Hubungan anak itu dengan Sriwijaya FC ? Oke... Mungkin Nama Ini terlalu asing ditelinga kalian, sehingga untuk sekedar menebak-nebak pun terasa sulit, yaa... Saya mungkin bisa sedikit pahami itu, mungkin anda baru mencoba serius mengikuti Perjalanan SFC, dalam kata lain baru menggemari Sriwijaya FC pasca meraih Double Winner, atau bahkan mungkin anda sedikit bermalas-malasan untuk sekedar berselancar di dunia Internet untuk mencari Informasi tentang sejarah Tim Ini. Ahh... Sudahlah, itu tidak penting buat saya. Hehee (Jangan emosi ya gann.. :p)

Yaapp... Anda mungkin termasuk yang beruntung karena di Artikel ini saya mencoba mengupas sedikit tentang Erick William, silahkan disimak.

Erick William adalah adalah Pelatih Pertama Sriwijaya FC, Setelah Sriwijaya FC di take over oleh pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang sebelumnya bernama Persijatim Solo FC, jajaran manajemen yang dibentuk oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, langsung menunjuk Erick William menjadi pelatih Sriwijaya FC.

Sebelum menjadi pelatih Sriwijaya FC, Erick William merupakan pelatih Persijatim Solo FC yang merupakan cikal bakal berdirinya Sriwijaya FC. Selama menjadi pelatih Persijatim Solo FC, pelatih berkebangsaan Australia namun lahir di Inggris ini, tidak terlalu menunjukkan keberhasilan.
Dan Prestasi Erick William saat melatih Persijatim Solo FC bisa dikatakan tidaklah bagus-bagus amat, karena Persijatim saat dilatih Oleh Erick William sering mendapatkan hasil yang kurang memuaskan mulai dari Hasil Imbang, bahkan tak jarang kekalahan pun sering dideritanya.

Salah satu pertandingan yang dilalui oleh Persijatim Solo FC pada waktu dibawah kepelatihan Erick William adalah hasil imbang yang didapatkan ketika melawan PSM Makassar pada hari Kamis tanggal 23 September 2004. Pada saat selesai pertandingan tersebut, Erick William langsung pulang ke mess tanpa menemui pemainnya terlebih dahulu di kamar pakaian.

Pada saat itu, Pertandingan antara Persijatim Solo FC melawan PSM Makassar dilaksanakan di Stadion Manahan Solo dan dipimpin oleh Wasit Yesayas Leihitu. Ketika babak pertama selesai, Persijatim unggul 1-0 melalui gol yang dicetak oleh Greg Nwakonu pada menit ke 9. Namun, keunggulan tersebut akhirnya bisa disamakan oleh Marc Orland pada menit ke 79. Hingga akhir pertandingan, kedudukan 1-1 tetap tidak berubah. (suaramerdeka.com : Erick Williams Sangat Kecewa)

Setelah menjadi pelatih Sriwijaya FC pada awal Sriwijaya FC berdiri, Erick William pun tidak dapat menunjukkan kemampuannya untuk membawa Sriwijaya FC menjadi klub sepak bola yang terbaik di Indonesia. Padahal, waktu itu Sriwijaya FC diisi oleh pemain-pemain yang sesuai antara kemampuan yang mereka miliki dengan posisi bermain mereka. Adapun beberapa pemain yang ada pada masa kepelatihan Erick William adalah Carlos Renato Elias, Jarot, Eka Santika, Deni Santika, Khairo Rifo, Hernan Ariel, Fauzi, Wenzi, Septarianto, Andre Amagazih, dan Zoalang.

Oleh karena prestasi yang ditunjukkan oleh Erick William selama menjadi pelatih Sriwijaya FC, akhirnya manajemen pun memutuskan untuk melakukan pemecatan terhadap Erick William. Alasan pemecatannya antara lain dikarenakan tidak membaiknya posisi Sriwijaya FC di klasemen sementara kompetisi dan juga keadaan manajemen Sriwijaya FC yang belum stabil dikarenakan baru pertama kali mengelola klub sepak bola professional yang berlaga di kompetisi tertinggi di Indonesia.

Setelah dipecat oleh Sriwijaya FC, Erick William ternyata menjadi pelatih PSMS Medan. Prestasi yang didapatkan oleh Erick William bersama PSMS Medan, juga tidak terlalu beredar luas di dunia maya. Ketika kita memasukkan kata kunci Erick William dan PSMS Medan, maka kita akan mendapatkan berbagai informasi diantaranya adalah rasa pusing yang didapatkan oleh Erick William dikarenakan hanya mendapatkan hasil imbang 2-2 ketika bermain menghadapi Persita Tangerang pada tanggal 14 Oktober 2008 di Stadion Jatidiri, Semarang.

Gol PSMS pada waktu itu dicetak oleh Fabricio Bastos dan Leonardo Martins melalui tendangan penalti diakhir babak kedua. Total sebanyak lima kali pertandingan yang kandang yang dilakukan oleh PSMS Medan, tidak pernah mendapatkan kemenangan. (kompas.com | PSMS Imbang Lagi, Erick Williams Pusing)

Kini, informasi terakhir yang berhasil dikumpulkan, Erick William menjadi pelatih salah satu klub sepak bola yang berlaga di kompetisi negara Myanmar. Klub tersebut bernama Yangon United Football Club.

Yangon United Football Club merupakan klub sepak bola yang bermarkas di Aung San Stadium stadion negara Myanmar. Klub yang berjuluk The Lions ini dimiliki oleh bisnisman yang bernama Tay Za ini, pertama kali mengikuti kompetisi tertinggi di Myanmar pada tahun 2009 dan berhasil menjadi runner-up pada tahun yang sama. (Wikipedia.org | Yangon United F.C.)

Itulah beberapa catatan yg berhasil saya dapatkan setelah mengubek-ubek Internet, namun saya merasa msh kurang lengkap, atau bahkan ada beberapa yg tidak sesuai dengan fakta dilapangan, silahkan sampaikan kiritik dan saran kalian brother.

Contributor writer : @van_chicharito (phebrie poetra)
(Soarang anak yang sok gila bola, dan sok tahu tentang Sriwijaya FC)
Spesial Thanks Untuk "beritasfc.blogspot.com" yg sebagian besar isi artikel ini dikutip dari sana.

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT