statistik

Blogger Mobile

Rabu, 10 November 2010

Koreksi Lini Depan

Jeda waktu istirahat yang begitu lama dimanfaatkan oleh jajaran manajemen untuk mengkoreksi seluruh oknum yang berada di tubuh SFC,
Selain berharap Yong Jie Mu untuk segera beradaptasi dengan tim dijeda kompetisi yang hampir 2 bulan ini,
manajemen SFC juga tak lupa mengkoreksi lini depan (Serang) Sriwijaya FC yang di anggap kurang Produktif.
Bagaimana tidak SFC yang dianggap sebagai Favorit juara ISL musim ini masih kalah jauh soal produktifitas gol yang dicetak dibanding dengan tim-tim yang bisa dibilang tidak terlalu menonjol,katakan saja  Seperti Semen Padang yang telah mengoleksi 10 gol, Deltras Sidoarjo, 12 gol, Persema Malang, 13 gol, dan Juara bertahan musim lalu Arema yang telah mengoleksi 17.

Lebih tragis lagi, jumlah gol Sriwijaya jauh lebih buruk di bandingkan tim yang saat ini di bawah peringkatnya. Seperti, Persiwa yang menduduki peringkat ke-11 mampu mengoleksi 14 gol. Begitu juga Pelita Jaya yang nangkring di peringkat ke-15 mampu mengoleksi 15 gol, dan banyak tim lainya yang unggul jumlah gol dibandingkan Sriwijaya.

6 Partai yang dilakoni oleh punggawa SFC hanya menghasilkan enam gol itu pun tidak keseluruhan golnya dicetak oleh pemain depat,tepatnya ketika dikalahkan Deltras 1-3 kemudian menaklukan PSM 2-1, Dan menang dari Persiba 2-1 kemudian gol tunggal Kayamba ketika melawat kekandang PSPS 1-0.

Menurut pelatih Sriwijaya Ivan kolev, minimnya jumlah gol ini lantaran beberapa faktor. Seperti, terhambatnya seleksi striker di awal musim, banyaknya pergantian pemain di tubuh Sriwijaya terutama lini depan. Serta, banyaknya pemain yang cedera terutama lini depan Laskar Wong Kito.
”Kita lihat Persipura bisa bermain bagus lantaran hanya dua atau tiga pemain yang baru. Sedangkan kami, hampir semuanya baru, dan itu perlu adaptasi. 
Satu lagi, bagaimana kami bisa maksimal, bila setiap pertandingan ada empat bahkan tujuh pemain kami cedera. Tapi, yang pasti kami akan berusaha maksimal,” ujar Ivan Kolev.