statistik

Blogger Mobile

Kamis, 21 April 2011

Kayamba VS "Elloco" Gonzales

Tidak ada yang meragukan kiprah Keith Jerome “Kayamba” Gumbs dan Cristian “Elloco” Gonzales di ajang Liga Super Indonesia (LSI). Meski bertatus pemain veteran alias gaek, keduanya adalah predator sejati, yang hingga kini masih mampu bersaing dengan para striker muda. Sepanjang tiga musim terakhir, nama keduanya masih menghiasi papan top skorer.
 Penuh determinasi, cepat, berani duel satu lawan satu dengan bek-bek lawan, oportunis (pandai menempatkan posisi), dan mampu membuka ruang, menjadi ciri khas permainan Gumbs dan Gonzales.

Usia bukan halangan bagi keduanya untuk terus unjuk kemampuan dalam mencetak gol.
 Sebagai bukti eksistensi Elloco, julukan Gonzales, dan Kayamba di ajang LSI adalah, tidak tergantikan keduanya di skuad inti klub masing-masing. Bahkan, dua predator veteran ini, masih masuk dalam deretan striker dengan gaji mahal atau di atas Rp 1 miliar dibandingkan pemain asing lainnya. Berstatus sebagai tukang gedor, dengan kelebihan maupun kekurangan masing-masing, Gumbs dan Gonzales akan terlibat dalam pertarungan antara Persib Bandung versus Sriwijaya FC, di Stadion si Jalak Harupat Bandung, Jumat (22/4).
 Aksi keduanya akan sangat menentukan posisi klub di klasemen LSI. Kayamba yang kini berusia 38 tahun, masih menjadi pilihan utama pelatih Ivan Kolev dalam setiap pertandingan. Ia tidak diturunkan jika terkena akumulasi kartu atau karena sedang memperkuat Timnas negaranya, St Kitts-Nevis. Totalitas striker veteran ini, terlihat dari jumlah 7 gol plus 5 assistnya sepanjang kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) bergulir. Koleksi gol ini bisa saja bertambah jika Gumbs yang memiliki tradisi mencetak gol ke gawang Persib Bandung ini tampil dalam performa terbaiknya.
 Pelatih Ivan Kolev mengatakan, Kayamba adalah pemain yang dibutuhkan SFC. Mantan pemain Hull City ini, mampu mengangkat moral tim dan rekan-rekannya kala SFC ketinggalan gol. Ia berharap, sang anak asuh akan mampu memotivasi rekan-rekanya untuk mempertahankan peringkat kelima dan mengejar Persija maupun Arema serta Semen Padang yang kini berada di posisi teratas LSI.
“Dia dengan kematangannya mampu memimpin rekan-rekannya dalam setiap pertandingan,” jelas Kolev, Rabu (20/4).
 Peranan Vital Peranan Gonzales juga tidak kalah vital bagi Persib saat menghadapi SFC nanti. Striker usia 35 ini, mampu membalikkan keadaan bahkan menjadi penentu hasil pertandingan tim berjuluk Maung Bandung itu. Buktinya, Gonzales masih bertaji terlihat dari perolehan golnya di ajang LSI dengan 7 gol. Musim lalu Elloco juga mencetak 18 gol.
 Sementara Daniel Roeki-to menegaskan, Gonzales dkk diharapkan mampu meraih poin penuh saat menghadapi SFC, kemenangan jalan satu-satunya menembus kekalahan 0-1 lawan Persib, sekaligus memperbaiki posisi di LSI. ”Kami tentunya mencari kemenangan untuk mengamankan posisi di LSI,” jelasnya.
 Dibandingkan Kayamba, produktivitas gol Gonzales memang lebih unggul. Setidaknya, pemain asal Uruguay ini menjadi top skorer tiga kali musim lalu dia mencetak 18 gol. Sementara Kayamba mencetak 14 gol di musim lalu. Bukti lain dengan dipanggilnya Gonzales masuk Timnas Indonesia, bahkan dia turut mempersembahkan gelar dua Piala Asian Football Federation (AFF) Desember 2011 lalu.
 Tentang ketangguhan Gonzales, diakui defender SFC Ahmad Jufriyanto yang ditugaskan menjaga Elloco ketika menghadapi Persib pada putaran pertama dan di ajang Inter Island Cup (IIC). Dia mengatakan, Elloco adalah tipe striker yang sulit dihentikan.
 “Dia tipe pemain yang selalu bergerak mencari celah kosong dan sulit dihentikan, kami harus mewaspadai dia karena tidak hanya Gonzales tetapi tandemnya Matsunaga patut diperhitungkan, keberadaan para penyerang ini, membuatnya lebih leluasa bergerak,” jelas Jufe sapaannya.

@copyright: sripoku.com