statistik

Blogger Mobile

Jumat, 29 April 2011

Rahmat Latief Berlabuh di Bandung FC

SETELAH meninggalkan Sriwijaya FC pada bursa transfer putaran kedua Februari lalu, kabar Rachmat Latief nyaris tak terdengar. Belum ada satu klub pun yang dapat tanda tangan pemain biasa disapa Latief ini. Namun belakangan ini defender asal Makasar (Sulsel) tersebut diberitakan bakal merapat ke salah satu klub Liga Primer Indonesia (LPI) Bandung FC.
CEO Bandung FC, Muhamad Kusnaeni masih membantah kabar tersebut. Namun pihaknya tidak menampik jika pertahanan Bandung FC memang masih kurang kokoh dan dalam waktu dekat bakal memboyong pemain belakang notabene eks pemain timnas U-23.
“Lihat saja nanti siapa pemain bakal kami datangkan. Yang jelas kami yakin jika pemain tersebut bakal jadi solusi terbaik lini belakang. Mengingat pemain itu punya banyak pengalaman,” kata dia, “Selain pernah memperkuat tim nasional U-23 pemain tersebut juga sudah beberapa kali perkuat klub Liga Super Indonesia,” sambung pria berkaca mata ini.
Sekadar memberitahu Latief mengikat kontrak dengan Sriwijaya FC selama satu musim 2010-2011. Namun pada awal putaran II, pemilik tinggi 184 cm tersebut  mengundurkan diri dari Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC) dengan alasan tidak pernah dimainkan oleh pelatih Ivan Kolev.
Sebelum berlabuh di Sriwijaya FC, Latief pun sempat bermain untuk Persiram Raja Ampat dan PSM Makasar. Kelahiran 27 November1988 ini sebenarnya juga bukan pemain baru di Kota Bandung. Pada 2006, Rachmat merupakan salah satu pemain yang berhasil membawa Persib U-18 menjuarai Piala Suratin.
“Pemain ini sudah lama kita rekrut dan siap untuk menjadi pemain kami. Namun, karena ada faktor nonteknis yang belum terselesaikan, maka dia masih belum bisa kita mainkan saat itu. Kami usahakan pekan ini bisa bermain dan langsung tampil saat kita melawat ke kandang Manado FC,” lanjut dia.
Caretaker pelatih Bandung FC, Budiman menambahkan lini belakang timnya menjadi salah satu kelemahan yang harus segera diperbaiki. “Sebenarnya pertahanan kita cukup baik. Namun karena banyak diisi pemain berumur, maka seringkali staminanya menurun. Dan itu sering dimanfaatkan oleh lawan. Terutama untuk bola-bola crossing,” ujar Budiman seperti dikutif Sumeks.