statistik

Blogger Mobile

Rabu, 11 Mei 2011

Kayamba "Kritik" Cara Kolev Melatih

Kekalahan 0-2 dari VB Sports di Maladewa, Rabu (4/5) membuat Sriwijaya FC dalam posisi sulit. Peluang melaju ke babak 16 besar AFC Cup terasa berat. Jika saja SFC meraih kemenangan, maka tiket sudah pasti dalam genggaman dan Laskar Wong Kito memiliki kesempatan untuk meraih juara Grup. Kini harapan itu sirna dan SFC tidak memiliki pilihan kecuali mengejar posisi runner up. Kapten SFC Keith Kayamba Gumbs yang hampir tidak pernah mengeluh saat tim mengalami kelelahan dan hasil buruk kini angkat bicara. Pemain asal ST Kitts-Nevis ini pun mengkritik pola latihan yang diterapkan pelatih Ivan Kolev yang dinilai terlalu keras, dan banyak dikeluhkan para pemain.

 “Kami capek dan kami butuh istirahat karena setiap hari latihan fisik dan beban, sedangkan latihan strategi sama sekali sangat jarang. Bahkan tidak ada instruksi dari pelatih untuk latihan taktik,” ungkap kapten Gumbs kepada wartawan, Kamis (5/5).
 Menurut dia, secara kualitas SFC unggul atas VB Sport. Tetapi faktanya, mereka kalah. Penyebabnya, menurut Gumbs, karena mereka tidak hanya lelah secara fisik tetapi juga pikiran. Penyebab lainnya, lanjut Gumbs, karena semua individu pemain tidak ada semangat permainan kolektif layaknya sebuah tim besar.
 “Padahal kami butuh kombinasi dan permainan yang variatif setiap pertandingan. Itulah mengapa SFC selalu kalah setiap pertandingan menghadaapi tim-tim kecil,” ungkap Gumbs yang menjadi panutan para pemain.
 Suami Laurencia ini mengungkapkan, para pemain kelelahan sebelum bertanding. Penyebabnya, karena beban latihan yang berat dengan fitness dan fisik. Kondisi ini membuat para pemain tidak enjoy saat bertanding.

 Kini yang dibutuhkan pemain, lanjut Gumbs adalah rileks dan istirahat dengan porsi yang benar. Latihan berat dengan beban fisik tidak akan membantu karena kompetisi semakin padat. Dampaknya kepada fisik pemain yang rentan cedera.
 Protes, Latihan Ditambah “Padahal saya pribadi baik sebagai kapten maupun sebagai pemain terus berbicara kepada pelatih tetapi tidak pernah ditanggapi dengan serius. Bahkan porsi latihan malah ditambah lebih berat,” ujar mantan pemain Sabah FC Malaysia.
 Ketika disoal apakah dirinya kurang fit saat melawan VB Sports, Kayamba menilai penempatan posisinya yang salah. Dia terbiasa bermain di kiri atau kanan bukan di tengah. Akibatnya, tidak ada aliran bola dari sisi kiri atau kanan. Para pemain pun sibuk melakukan pressing sehingga melupakan pertahanan.
 “Saat lawan counter attack, kami lambat turun untuk menghadang serangan lawan. Sehingga musim ini banyak melakukan pelanggaran,” ujarnya.
 Kayamba pun lagi-lagi mengeluhkan porsi latihan yang terlalu keras. Musim lalu, SFC sangat kompak di bawah arahan Rahmad Darmawan. Kolektif dalam bertahan dan menyerang. Musim ini, pemain hanya melakukan pressing ketat dan inter save (buang bola). Ia berkali-kali bicara kepada pelatih, namun tidak digubris pelatih.
 “Justru latihan fisik ditambah dengan berat. Saya sangat pesimis SFC lolos ke babak 16 besar seperti tahun kemarin,” ungkap pemain yang banyak diidolakan fans itu.

Menanggapi keluhan ini, Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Hendri Zainudin, angkat bicara. Menurutnya, urusan teknis di lapangan diserahkan sepenuhnya kepada pelatih, sementara ranah manajemen adalah urusan non teknis. Tetapi keluhan Gumbs sebagai kapten tim, adalah persoalan serius dan akan diteruskan kepada Kolev sebagai masukan. “Kritik dari pemain ini sifatnya membangun dan masukan buat Kolev. Pola latihan keras dan penempaan fisik ala Eropa Timur yang diterapkan Kolev itu ada baiknya, tetapi tetap saja harus diimbangi dengan kemampuan fisik pemain Indonesia. Sebab fisik pemain kita tidak sama dengan fisik pemain dari Eropa,” jelas Hendri.

@copyright : sripoku.com