statistik

Blogger Mobile

Kamis, 26 Mei 2011

Target Pupus di Tanah Thailand

Ambisi Sriwijaya FC untuk memperbaiki rekor penampilan di ajang AFC Cup ternyata belum berhasil. Laskar Wong Kito, julukan Sriwijaya FC, harus tumbang di tangan Chonburi FC di babak 16 besar AFC Cup dengan skor 0-3 di Stadion Chonburi, tadi malam. Hasil ini jelas sangat mengecewakan karena musim lalu, Ferry Rotinsulu dan kawan-kawan juga gagal ke babak 8 besar setelah disingkirkan oleh wakil Thailand, Thai Port dengan skor 1-3.
    Gol kemenangan tuan rumah dicetak masing-mang dicetak striker Ney Fabiano pada menit ke-17, Therdsak Chairman via tendangan penalti pada menit ke-25, dan gol ketiga diciptakan Natthaphong Samana pada menit ke-82. Kemenangan ini mengantarkan The Shark (julukan Chonburi) lolos ke perempat final mengikuti jejak rekan senegaranya Muangthong United yang berhasil menyingkirkan Al Ahed dari Libanon dengan skor 3-0.
    “Kekalahan dengan skor 0-3 sangat jelek sekali. Saya pribadi menilai itu semua karena keputusan wasit yang sangat berpihak kepada tuan rumah di babak pertama hingga menit ke-25. Saya sangat kecewa sekali terhadap kepemimpinan wasit. Kondisi ini membuat mental para pemain Sriwijaya FC jadi down dan tidak mampu mengembangkan permainan,” ujar pelatih Sriwijaya FC, Ivan Venkov Kolev, usai pertandingan kemarin.
    Pelatih asal Bulgaria ini sangat menyayangkan tiga peluang emas Sriwijaya FC gagal diselesaikan dengan baik. Pertama peluang dari striker Budi Sudarsono pada menit ke-5, kedua peluang tendangan bebas Claudiano Alves dos Santos pada menit ke-31 mampu digagalkan oleh kiper Sinthaweechai Hathairattanakool, dan peluang ketiga dari Oktovianus Maniani pada menit ke-60. “Jika salah satu peluang tersebut membuahkan gol maka ceritanya akan lain. Tapi itulah sepak bola, kami tidak beruntung,” lanjut mantan pelatih Persipura Jayapura ini.
    Pada pertandingan tadi malam, Sriwijaya FC mampu mengawali pertandingan dengan baik. Seluruh pemain disiplin dan lakukan pressing ketat terhadap tuan rumah. Pada menit ke-5 Sriwijaya FC langsung mendapatkan peluang emas lewat striker Budi Sudarsono. Sayang mantan pemain Persik Kediri ini gagal menyelesaikan dengan baik karena mampu ditepis oleh kiper Chonburi, Sinthaweechai Hathairattanakool.
    Tidak mau terus ditekan, Pipob Onmo mulai membangun serangan. Tuan rumah berhasil unggul lebih dulu lewat tendangan Ney Fabiano yang memanfaatkan umpan tendangan bebas dari Arthit Sunthornphit pada menit ke-17. Gol ini membuat tim asuhan Withaya Laohakul bernafsu ingin menambah gol.
Ambisi tersebut akhirnya tercapai setelah terjadi pelanggaran Claudiano Alves Dos Santos di kotak penalti. Wasit Abdullah Mohamed Al Hilali dari Oman langsung mengganjar Diano dengan kartu kuning dan memberikan penalti kepada tuan rumah. Penalti ini mampu dilaksanakan dengan baik oleh pemain senior Therdsak Chaiman pada menit ke-25 dengan membobol gawang Ferry Rotinsulu.
Tertinggal 2-0 membuat Sriwijaya FC mencoba lakukan serangan. Pada menit ke-31, Sriwijaya mendapatkan kesempatan dari tendangan bebas di luar kotak penalti. Sayang tendangan bebas yang dilakukan oleh Diano mampu dimentahkan oleh mantan kiper Persib Bandung Sinthaweechai Hathairattanakool. Skor 2-0 ini bertahan hingga babak pertama usai.
Memasuki babak kedua, pelatih Ivan Kolev merotasi permainan. Dirga Lasut ditarik keluar pada menit ke-64 dan digantikan oleh Mahyadi Pangabean. Begitu juga dengan Rendi Siregar dan Achmad Jufriyanto diganti oleh Arif Suyono dan Rudi Widodo pada menit ke-77. Sayang rotasi ini belum mampu membuahkan hasil. Justru tuan rumah mampu menambah keunggulan menjadi 3-0 lewat pemain pengganti Natthaphong Samana pada menit ke-82. Skor 3-0 ini bertahan hingga babak kedua berakhir.
“Saya ucapkan selamat kepada Chonburi yang berhasil lolos ke perempat final. Saya juga menilai Chonburi punya kans untuk merebut juara AFC Cup karena mereka (Chonburi, red) merupakan tim yang sangat kuat dengan permainan yang sangat cepat. Sekali lagi saya ucapkan selamat kepada Chonburi,” tambah Kolev.
Sementara itu, pelatih Chonburi Withaya Laohakul tidak bisa menyembunyikan perasaan senang terhadap kemenangan atas Sriwijaya FC. “Para pemain Chonburi tampil sangat luar biasa dan bekerja sangat disiplin terutama di lini belakang. Saya  sudah tahu kekuatan tim-tim asal Indonesia, jadi kami harus cepat untuk menciptakan gol sehingga membuat permainan lawan tidak berkembang,” pungkas Withaya Laohakul usai pertandingan kemarin.