statistik

Blogger Mobile

Jumat, 08 April 2011

LPI ( Break away League)

Halo semua...
sebelum saya berkoar-koar membahas tentang carut-marutnya dunia sepakbola di Indonesia saya coba menjelaskan,Posisi saya disini bukan merupakan Kroni Nurdin Halid CS, Tapi saya juga bukan orang yang pro atas terlahirnya Liga Primer Indonesia(Kalau FIFA bilang "break away League").

Satu sisi  kita selalu berharap Liga Indonesia dapat berkembang hingga pada akhirnya "mungkin akan lebih hebat dari liga tertua di Dunia ("EPL") ,tapi jika kalian pikir apakah semua akan menjadi nyata jika disetiap pertandingan masih dihantui oleh praktek suap,atau bahkan mungkin korupsi para pengurus didalamya.(jujur saya tidak memiliki bukti yang konkrit,namun menurut saya semua itu sudah menjadi rahasia umum).

 Buntut dari kekesalan orang-orang yang memiliki uang lebih yaitu dengan cara membuat liga baru yang diklaim liga yang paling profesional di Indonesia (LPI) karena tidak menggunakan uang rakyat  sepeser pun,tapi jika menurut kalian apakah itu akan mengakhiri semua masalah yang terjadi didalam sepakbola bola indonesia??
ohh... tidak bisa....  bahkan itu menjadikan babak awal carut marutnya liga Indonesia.
PSSI yang sempat ingin memasukan LPI ke Divisi III ditolak mentah-mentah oleh petinggi LPI dengan alasan mereka lebih profesional dari LSI sekalipun dan tidak mungkin mereka berada dibawah LSI.

Coba anda bayangkan jika LPI ingin berada diatas LSI lantas bagaiman nasib Tim LSI, ??
Belum lagi tim-tim Divisi Utama, Divisi I ,Divisi II yang mencoba merangkak untuk naek ke tingkat yang lebih tinggi? yaa... walaupun SFC tdak pernah merasakan semua itu namun itu merupakan kejadian yang biasa terjadi di sepakbola(akibat sebuah tim bangkrut sehingga sahamnya dibeli oleh orang lain sehingga berganti nama...hm...lain kesempatan kita bahas lagi)
hm... jika itu terjadi  mungkin kita akan melihat "bayi yang baru terlahir memberikat pelajaran kepada Ibunya". 

APBD yang katanya akan dihentikan pada tahun 2012 bukan menjadi solusi terbaik untuk kemajuan sepakbola Indonesia,dengan demikian Tim dipaksa mencari dana melalui pihak sponsor,tapi coba anda pikirkan jiaka anda adalah seorang hartawan akankah anda merelakan milyaran uang anda untuk mensuport sebuah tim kecil??? yaaa... inti dari pertanyaan saya yakni "kemungkinan hanya tim-tim besar yang mampu bertahan tanpa dana APBD, sedangkan tim-tim kecil akan berkucuran darah mencari dana untuk menggaji pemainnya.

Semua masalah terlahir akibat semua merasa paling benar,paling profesional dan paling segala-galanya... coba anda sedikit menggulungkan lengan baju anda membantu kemajuan sepakbola Indonesia bukan malah memperkeruh keadaan dengan masalah yang anda timbulkan.

Maju terus persepakbolaan indonesia...
BRAVO SFC !!!

@PP