statistik

Blogger Mobile

Powered By Blogger

FR12 Tetap Di SFC

Ferry Rotinsulu menegaskan bahwa ia akan tetap bermain di SRIWIJAYA FC Musim 2012-2013, pernyataan tersebut sekaligus menepis isu miring tentang kepindahan nya ke Persib Bandung

.

Amunisi Baru Lini Depan

SRIWIJAYA FC Kembali mendapatkan Pemain Baru yang di Proyeksikan untuk menggantikan Riski Novriansyah yang tidak diperpanjang Kontraknya

Selamat Tinggal Sang Legenda

Dan kami (Suporter) akhirnya harus benar-benar menerima kenyataan bahwa kami harus berpisah dengan Salah satu Legenda hidup yang tersisa di tim ini.

Striker Baru Sriwijaya FC Asal Jepang

Sriwijaya FC Melengkapi 1 Kuota Pemain Asing Asia yang tersisa Usai merekrut Striker Asal Jepang Yang bersinar di Liga Hungaria

Target Fakhrudin Di SRIWIJAYA FC

Ketika ditanya Apa Target Fakhrudin Bersama SRIWIJAYA FC Musim depan, berikut inilah Jawaban nya

Jumat, 26 Agustus 2011

Berikut Daftar Peserta Liga Profesional Indonesia

Liga Profesional Level Satu Dibagi Dua Wilayah Total ada 32 klub akan berkompetisi di Liga Profesional Level Satu Indonesia musim 2011-2012. Ke-32 klub ini akan dibagi menjadi dua wilayah yang masing-masing terdiri dari 16 tim.

Berdasarkan konferensi pers di kantor PSSI, Kamis (25/8/2011) petang, Ketua Komite Kompetisi PSSI Sihar Sitorus menjelaskan, juara dari kedua grup itu akan diadu untuk menentukan juara nasional. Juara pertama akan mendapat tiket langsung ke Liga Champions Asia, sementara runner up akan mengikuti play off Liga Champions.

"Kompetisi Liga Profesional Level Satu akan diikuti 32 klub, yang terdiri dari 18 klub ISL dan 14 klub yang telah berbadan hukum PT," papar Sihar.

Saat ini PSSI menominasikan 34 klub yang akan mengikuti level satu. Nantinya, ke-34 klub ini akan diverifikasi kelayakan stadionnya oleh AFC dan PSSI. Dua klub dengan nilai kelayakan stadion terendah, akan berkompetisi di Liga Profesional Level Dua. Sihar mengatakan, sistem degradasi juga tetap berjalan. Akan ada empat tim yang turun ke level dua dengan masing-masing grup menyumbangkan dua tim terbawah.

Berikut daftar peserta nominasi Liga Profesional Level Satu: Persipura Jayapura, Arema Indonesia, Persija Jakarta, Semen Padang, Sriwijaya FC, Persisam Samarinda, Persib Bandung, Persiwa Wamena, Persela Lamongan, Persiba Balikpapan, PSPS Pekanbaru, Pelita Jaya, Deltras, Persijap Jepara, Bontang FC, Persema Malang, Persibo Bojonegoro, PSM Makasar, Mitra Kukar, Persiraja Banda Aceh, PSMS Medan, Pro Duta FC, Persik Kediri, PSIS Semarang, PSCS Cilacap, Persikota Tangerang, Persis Solo, Persiba Bantul, Persebaya Surabaya, PS Barito Putra, PSS Sleman, PSIR Rembang, PS Bengkulu, dan Persipasi Bekasi.

Level Dua
Sementara itu sebanyak 48 klub akan bersaing mengikuti kompetisi Liga Profesional Level Dua musim depan. Ke-48 klub ini akan dibagi menjadi empat wilayah yang masing-masing terdiri dari 12 tim.

Berdasarkan konfrensi pers di kantor PSSI, Kamis (25/8/2011) petang, Ketua Komite Kompetisi PSSI Sihar Sitorus menjelaskan, juara dari masing-masing grup level dua nantinya akan lolos ke Liga Profesional Level Satu pada musim berikutnya, tanpa ada play off.

Saat ini, PSSI baru memiliki daftar nominasi 36 klub untuk level dua. Dua klub tambahan lain akan datang dari level satu, yang tersingkir karena memiliki nilai kelayakan stadion terendah.

"Karena Level Dua masih butuh sepuluh klub tambahan, maka PSSI masih membuka kesempatan kepada sepuluh klub dari Divisi Satu di luar klasemen musim lalu untuk ikut kompetisi level dua. Dengan catatan, klub-klub tersebut dapat memenuhi syarat yang telah diwajibkan," papar Sihar.

Berikut daftar nominasi 36 klub level dua: PSAP Sigli, Persita Tangerang, Persih Tembilihan, Persitara, Persikabo, PSLS Lhokseumawe, PSSB Bireun, Persires Rengat, Persiran Raja Ampat, Gresik United, Perseman Manokwari, PSIM Yogyakarta, Persikab Bandung, Persemalra Tual, PPSM Magelang, Persidafon Dafonsoro, PSBI Blitar, Persigo Gorontalo, Persiku Kudus, Persipro Probolinggo, Perseru Serui, PSMP Mojokerto, PSBS Biak, Persbul Buol, Persepam Pamekasan, PSBL Langsa, Perssin Sinjai, Madiun Putra, Persewangi Banyuwangi, Persip Kota Pekalongan, PSBK Blitar, PSGL Gayo Lues, KSB Sumbawa Barat, Persitema Temanggung, Persid Jember, Persepar Palangkaraya.

Kamis, 25 Agustus 2011

Suporter SFC : Jaga Ucapanmu MGT

Apa yang anda bayangkan ketika membaca berita di media Online ataupun koran yang membahas berita tentang satu persatu pemain Top ingin berlabuh di SFC musim depan,atau Pelatih beken yang mengajukan lamaran ke managemen SFC?

Semudah itukah anda mempercayai nya?
Jujur nih... gw juga berasa menjadi suporter yang paling seneg waktu ngebaca berita "Jackson Thiago & Robert Rene Albert melalui agen nya mengajukan lamaran ke SFC" >>> Hm... tapi beberapa hari kemudian cukup shock waktu mampir ke goal.com ada artikel yang berisi bantahan dari Jackson "berita itu tidak benar,sayan masih betah dipapua dan tidak pernah mengajukan lamaran ke SFC"

undefinedPerlu diketahui itu  baru satu kasus loh... mau tau lagi... mau tau.. mau tau... (ekspresi ust. Maulana di Trans TV). nih gw kasih pencerahan.
Klaim MGT SFC sudah deal dgn Sultan samma (walaupun MGT punya bukti transfer uang tanda jadi) tapi kenyataan nya Sultan samma teken kontrak dengan Persiba dan itu membuat nama SFC kembali buruk.
Terus Waktu Hendry Z bilang dia ditelpon Zahrahan yang pingin dikontrak SFC selama 2 Tahun. nah... waktu baca di Bolaindo.com kenyataan nya Zahrahan membantah berita tersebut dan mengatakan kepada Pengurus Persipura ia masih betah di Papua.

Nah... nih yang paling terbaru kasus nya Beto Goncalves yang membuat nama MGT SFC semakin identik dengan "Hoax" alias (omong kosong/suka mengada2).
Kalo kalian sering mampir di goal.com jangan cuma baca berita SFC aja tapi coba liat di kolom komentar nya sekalian ngitungin "Berapa banyak "Anymous" yang menghina SFC dgn mengatakan sering menyebar berita bohong atau apalah yg mirip2 dgn kata itu"
huhh.... sumpah sakit bener hati gw,

Soo.....Jujur dari hati gw yang paling dalam,mungkin lo bener gw bukan suporter militan yang selalu berteriak smabil loncat2 di Tribun disetiap SFC maen. tapi... gw jamin kalo SFC memiliki tenpat khusus dihati gw sehingga dgn tidak langsung gw ngerasa memiliki SFC dan Anda Tahu ??
Saya dan mungkin suporter Lain nya akan merasa sakit hati jika ada orang yang menjelek2an nama SFC akibat sedikit ulah Orang dalam SFC.
Jadi... untuk lebih baik nya sebelum ada "Hitam diatas Putih (tanda tangan Kontrak)" alangkah baiknya jika management tidak melempar berita tsbt ke Publik, hingga jikalau berita tbt tidak benar publik pun tdk akan mengetahui.
dan Komentar Bung Hendry Z ttg pemain2 yg gagal diboyong SFC supaya agak diperhalus sedikit demi menghargai sesama manusia.







Saya jamin saya bertanggung jawab atas Artikel ini,jika pun saya harus mempertanggung jwabkan nya ada bisa hubungi saya disini : Facebook

Sabtu, 13 Agustus 2011

FOKUS: Apakah Merger Solusi Terbaik???

PSSI sedang menggodok formula terbaik untuk Kompetisi Superliga Indonesia (ISL) dan Liga Primer Indonesia (LPI). Opsi peleburan atau merger antara Superliga dan LPI mencuat, dan kini menjaditrending topic. Pro dan kontra soal ini terus bergulir. PSSI sendiri dinilai jangan terlalu memaksakan LPI masuk dalam Superliga, dan sebaiknya membuat regulasi terbaik tentang tim-tim Superliga harus berbadan hukum.

Hal ini dikatakan pengamat sepakbola di Medan, Rahmad Nur Lubis. Dia memaparkan, daripada memikirkan untuk memerger klub, sebaiknya langkah awal PSSI adalah mengeluarkan regulasi tim Superliga harus berbadan hukum. Sebab dia menilai, badan hukum jadi pijakan setiap klub untuk berlaku profesional layaknya perusahaan. Undang-undang PT dan kepailitan bisa diberlakukan kepada klub.

"Jika klub tidak mau berbadan hukum, PSSI lewat badan liganya bisa mengeluarkan regulasi menurunkan tim itu ke Divisi II yang amatir.  Ketika klub telah berbadan hukum, PSSI lewat badan liganya tak bisa turut campur ke internal klub, kecuali klub itu dinyatakan pailit," ujarnya, Senin (18/7).

Klub bisa dinyatakan pailit, lanjutnya,  jika pengurusnya mengajukan pailit ke pengadilan, atau memenuhi syarat pailit berdasar UU Kepailitan. Klub bisa dinyatakan pailit jika nunggak gaji pemainnya hingga dua bulan, menilik kpd Pasal 2 ayat (1) UU 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan. "Dengan begitu, pemain dalam klub liga indonesia bisa disejajarkan dengan kreditur sebagaimana diatur dalam Undang-undang Kepailitan. Ini untuk menjamin nasib pemain. Pemain liga layak disebut kreditur karena mempunyai piutang sebagai akibat dari perjanjian antara dirinya dan pengurus badan hukum (klub)," tuturnya.

"Berarti, sekumpulan pemain boleh mengajukan permohonan pailit terhadap klubnya untuk menjamin pemenuhan gaji dan hak-haknya. Untuk itu, dalam badan liga harus ada sub-penyelamatan klub pailit, semacam BPPN di Perbankan. Di sini dibahas cara penanganan tim yang pailit," timpalnya.

Mantan jurnalis olahraga ini menegaskan, musim 2011/12 ini, PSSI tidak bisa memaksakan semua klub harus serta merta profesional. Karena memang belum ada regulasi yang mengikat untuk itu. "Musim ini menjadi pondasi awal meletakkan dasar-dasar profesionalisme sembari memberlakukan regulasi secara perlahan, terutama soal badan hukum. APBD untuk klub memang tidak bagus, tapi jangan mengira tim tanpa APBD pasti profesional. Ingat tim Galatama yang banyak mati karena tanpa pondasi yang kuat," ungkapnya.

Lalu bagaimana nasib tim LPI? "Silakan ada, sepanjang ikut regulasi berupa badan hukum, dan ketentuan universal harus tetap berlaku buatnya. Ketentuan universal liga profesional apa? Tak ada tim yang ujuk-ujuk langsung masuk ke liga level tertinggi. Proses berjenjang harus berlaku. Liverpool saja mengawali kiprahnya di English Premier League (EPL) lewat jalur Lancashire League sebelum akhirnya bergabung dengan Divisi II Liga Inggris.  Biarkan klub Superliga sekarang di levelnya.  Sepuluh  besar LPI boleh di Divisi Utama dan Satu. sisanya tahu dirilah, karena jujur saja mereka sulit mandiri," tegasnya.

"Nah, yang sembilan tim lainnya, enggak usah dipaksakan. Karena faktanya penonton sedikit. Kenapa mesti dipaksakan harus berjalan satu musim," timpalnya.

Rahmad mengungkapkan, kata kuncinya adalah seluruh klub Superliga, Divisi Utama, dan Satu harus berbentuk badan hukum dulu. Biarkan mereka urus rumah tangganya sendiri.  "Terlepas dari itu, saya ingin sekadar mengingatkan, timnas Indonesia berprestasi justru saat belum ada jargon profesionalisme. Itu artinya, liga dan sepakbola Indonesia sebenarnya punya karakteristik tersendiri. Jangan rusak itu dengan jargon-jargon profesionalisme yang semu. Jangan bicara soal merger kalau belum membaca UU Perseroan Terbatas dan UU Kepailitan. Bicara merger berarti bicara perusahaan berbadan hukum. Jadi, sangat rancu berbicara merger jika klub belum berbadan hukum. Itu bukan merger namanya, tapi kudeta! Klub berbadan hukum yang bisa dimerger adalah klub berbadan hukum yang salah satunya dipailitkan pengadilan. Jika tidak, merger sama dengan penyitaan," bebernya.

"Dan saat ini masih sedikit klub yang punya badan hukum, di antaranya Arema, Persib. Makanya PSSI perlu menyusun regulasi itu dulu," tegasnya.

Dia juga mengimbau, jangan memaksakan profesionalisme dalam satu malam dengan memberangus keseluruhan, sebab nanti penilaiannya menjadi subjektif. "Jangan bicara klub profesionalisme hanya karena tanpa APBD. Dan bukan semua klub LPI profesional. Apakah semua klub-klub LPI punya homebase, latihan dimana. Contoh saja Bintang Medan, latihan juga masih di Kebun Bunga (milik PSMS). Dalam LPI yang bisa digunakan silahkan adopsi, tapi tidak harus merger. Apakah misalnya, PSMS harus digabung dengan Bintang Medan, hargai dulu pemilik 40 klub di bawah PSMS," tuturnya.

Rahmad mengatakan, setuju dengan Dhojar Arifin Husein soal tim berjenjang, dan sedikit kembali ke jaman perserikatan. "Kita juga harus lihat sejarah, dari Galatama ke Perserikatan butuh waktu. PSSI sebaiknya fokus ISL, lupakan LPI, anggap saja LPI alat untuk mendapatkan kekuasaan dan sudah terbukti. Dan ke depan, pelan-pelan menyusun regulasi untuk dasar kompetisi sepakbola yang kuat," pungkasnya.

dikutip dari : www.goal.com

Rabu, 10 Agustus 2011

Berikut Daftar Nama Pemain SFC Musim 2011-2012

Pelatih Kepala Sriwijaya FC Kashartadi mengungkapkan akan ada 25 pemain yang menghuni skuad Sriwijaya FC untuk musim 2011/2012. Sebagian besar pemain lama kembali akan mengisi formasi tim dan beberapa tambahan pemain baru baik asing maupun lokal.
FC Sriwijaya


“Konsentrasinya adalah mencukupi komposisi pemain hingga maksimal 25 pemain untuk musim depan. Sebagian pemain-pemain lama menyatakan sudah bersedia dan ada beberapa pemain baru yang diincar sudah dalam tahap negosiasi dan akan segera bergabung,” jelas Kashartadi.

Manajemen Sriwijaya FC melalui Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Hendri Zainudin, akan segera mengeksekusi dan menetapkan akhir dari perburuan pemain.

"Manajemen akan menggelar rapat pada 13 Agustus nanti sebagai bentuk penentuan akhir dari perburuan pemain. Kita akan berkonsultasi langsung kepada Presiden Klub Dodi Reza Alex dalam penentuan jumlah pemain yang dibutuhkan SFC musim depan," kata Hendri Zainudin.

"Seluruh pemain yang diperkirakan sekitar 24-25, tidak boleh lebih dari itu. Para pemain ini akan diusulkan dalam rapat dan akan ditentukan dalam rapat antara manajemen dan pelatih," jelas Hendri.

Sementara itu menurut Kashartadi, dalam catatannya sudah lengkap total kisaran 24-25 pemain yang di inginkanya bersama duet pelatih yakni Kayamba Gumbs.

"Hanya tinggal menambah beberapa pemain baru sebagai pelapis khususnya untuk posisi bek dan striker,”Jelas Kas.

Ada 18 pemain lama yang dipertahankan. Plus tambahan tiga pemain anyar bidikan yang diklaim sudah mencapai kesepakatan yakni Riski Nofriansyah (Persijap), Beto Goncalves( Persijap) dan terakhir adalah M.sobran (Persikab), pemain lokal asli Palembang.

Tiga nama lagi muncul dalam bursa yakni usep Munanandar ( Persisam), M.Bahtiar ( Persiba) dan Sutan Samma ( Persiba ). Memang Kashartadi menyebut akan butuh tambahan seorang stopper untuk mendampingi Thierry Gautessi. Nama Usep dan Bahtiar muncul pasca tidak tercapai kesepakatan dengan pemain buruan Sriwijaya lainnya yakni Leonard Tupamahu dan Maman Abdurrahman yang disinyalir meminta nilai kontrak terlalu tinggi.

Komposisi Pemain SFC musim 2011/2012 :

Pemain Lama :

1. Ferry Rotinsulu
2. Fauzal Mubaroq
3. Andi Irawan
4. Supardi
5. Thierry Gauthessi
6. Ahmad Jufrianto
7. Mahyadi Panggabean
8. M.Ridwan
9. Ponaryo Astaman
10. Firman Utina
11. Kayamba Gumbs
12. Randy Siregar
13. Bobby Satria
14. Arif Suyono
15. Dirga Lasut
16. Lim Jun Sik
17. Budi Sudarsono
18. Jeki Arisandi


Negoisasi:
19. Riski Nofriansyah ( Persijap)
20. Beto Goncalves ( Persijap )
21. M.Sobran ( Persikab )

Incaran:
22. Usep Menandar ( Persisam )
23. M. Bahtiar ( Persiba )
24. Sutan samma ( Persiba )

Selasa, 09 Agustus 2011

Rangkuman Berita SFC Dalam 3 Hari

Beto Pakai Nomor Keramat
Alberto Goncalves dipastikan menjadi milik Sriwijaya FC. Ia mendapatkan warisan keramat miliki Zah Rahan yakni nomor punggung 10.
FC Sriwijaya


"Kita berikan Beto nomor punggung 10. Kami rasa dia layak memakai nomor yang kita anggap dipakai para pemain yang memiliki keistimewaan," kata Direktur Teknik dan SDM PT SOM, Hendri Zainudin, Senin (8/8).

Nomor itu memang lowong sejak ditanggalkan Yong Jie Mu. Sebab tidak ada yang berani memakai nomor warisan Zah Rahan Krangar. Pemain nomor 10 sangat identik dengan pemain yang memiliki keistimewaan.

"Kami lihat Beto memiliki keistimewaan itu dan layak mengenakan nomor 10," jelasnya.

Jika tidak ada aral melintang, Beto akan datang ke Palembang pada 13 Agustus 2011 untuk membicarakan kelanjutan kontraknya di musim 2011/2012 mendatang.

Siap Tampung Trio Persib 
Manajemen Sriwijaya FC (SFC) mengaku siap menampung para pemain bintang Persib Bandung jika manajemen tim berjuluk Maung Bandung itu berniat melakukan cuci gudang.

FC Sriwijaya


Ya,seiring keluarnya keputusan PSSI yang telah membatasi besaran gaji pemain senilai Rp500 juta membuat PT Bandung Bermartabat selaku manajemen Persib berencana melepas sejumlah pilar utamanya jika mereka enggan menurunkan gajinya,yang rata-rata di atas ketentuan tersebut.

“Saya dengar Persib mau melepas para pemain bintangnya karena mereka tidak sanggup membayar gaji mereka.Kalau itu memang benar,kami siap kokmenampung beberapa di antaranya,”ungkap Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Hendri Zainuddin. Beberapa pemain yang akan dilepas tersebut adalah Cristian Gonzales,Eka Ramdani,Atep,Siswanto,Maman Abdurrahman,serta Markus Horizon. Kabarnya,di antara keenam pemain tersebut,salah satu di antaranya memiliki kontrak sebesar Rp1 miliar per tahun.

Persib bahkan berencana mengambil langkah tegas jika para pemain tersebut tidak mau menurunkan harga sesuai ketentuan yang telah ditetapkan PSSI. Persib memilih untuk berkompetisi menggunakan tenaga para pemain muda berpotensi yang berasal dari akademi sepak bola internal Persib. Celah inilah yang saat ini tengah dimanfaatkan oleh SFC untuk membajak para punggawa inti Persib demi mengejar ambisinya menjadi juara Liga Indonesia musim depan.Apalagi,pihak manajemen SFC telah mendapatkan kepastian jaminan dari Gubernur Sumsel H Alex Noerdin terkait pendanaan musim depan asalkan Laskar Wong Kitobisa kembali naik podium menjadi kampiun di kompetisi level tertinggi di Indonesia.

“Sesuai instruksi Pak Gubernur Alex Noerdin,kami ditugasi untuk mencari para pemain terbaik dan mendatangkannya ke SFC.Dengan demikian,musim depan kami bisa kembali menjadi juara,”tuturnya. “Sementara masalah dana Beliau telah berjanji untuk mencarikan jalan keluarnya. Jadi,jika mereka (pemain Persib) mau bergabung tentu akan kami terima,” tandasnya. Dia menyatakan,dari sederet pemain tersebut,pihaknya membidik Gonzales, Siswanto,dan Maman.

Nama pencetak dua gol Indonesia ke gawang Turkmenistan memang sudah sejak lama dikait-kaitkan dengan SFC,bahkan sejak kompetisi musim lalu baru berakhir.Namun,saat itu pihak Persib menyatakan masih tetap ingin memakai tenaganya,maka proses negosiasi menjadi mentok. Untuk Siswanto dan Maman,dua nama ini memang belakangan tengah diupayakan oleh manajemen SFC untuk segera berganti kostum.Namun,lagi-lagi kedua pemain tersebut tak kunjung memberikan kepastian dan masih jual mahal sehingga proses transfer berjalan alot.

“Memang hingga kini proses negosiasi terhadap keduanya masih belum ada kepastian karena mereka masih mematok harga tinggi. Tetapi kalau memang mereka tidak bersedia, kami tidak masalah.Sebab,pada dasarnya tim kami yang ada sudah cukup komplet dan siap bersiang dengan tim lain dalam merebut juara,”sambung Pelatih SFC Kas Hartadi.

Sriwijaya FC Berharap Tetap Satu Wilayah

Manajemen Sriwijaya FC (SFC) kurang setuju dengan rencana PSSI terkait format kompetisi musim depan. Pada pembahasan format kompetisi,PSSI kepengurusan baru mewacanakan akan menerapkan kembali model kompetisi dua atau tiga wilayah di Indonesia Super League (ISL) 2011/2012.
FC Sriwijaya


Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM),manajemen SFC, Hendri Zainuddin menilai hal itu sama saja dengan kemunduran sepak bola Indonesia, tentu jika ketetapan itu dipaksakan untuk dilaksanakan. Alasan Hendri,pada era kepemimpinan Nurdin Halid di PSSI sebelumnya,pola seperti itu sudah pernah diterapkan.

Kala itu perkembangan sepak bola negeri ini menjadi kurang merata. Sebab,seluruh tim tidak bisa saling bertemu dan menjajal kekuatan masingmasing. Hasilnya,ketika juara liga bertemu dengan tim dari negara lain di Asia pada Liga Champions Asia (LCA) maupun Piala AFC,mereka tampil kurang maksimal.

Tapi,sejak adanya perubahan format liga menjadi lebih profesional hingga berubahnya nama kompetisi tertinggi menjadi ISL,kondisinya berbeda. ISL menerapkan sejumlah persyaratan yang cukup tinggi kepada klub peserta mulai dari segi finansial maupun fasilitas.

Maka,lambat laun perkembangan sepak bola Indonesia sudah bisa kembali bersaing dengan negara-negara Asia lainnya. Hendri lalu memberikan contoh sukses SFC dua kali menembus babak 16 besar Piala AFC.Selain itu,Persipura musim ini juga mampu menembus 8 besar pada ajang serupa dan berpeluang ke semifinal.

Pencapaian seperti ini,menurut Hendri, seharusnya lebih ditingkatkan lagi dengan menambah gengsi dan persiangan di antara klub di Indonesia. ”Kalau kami kembali lagi melakukan kompetisi dengan cara pembagian wilayah,ini sama saja dengan kemunduran. Format yang dijalankan ISL selama beberapa musim ini sudah bagus dan sesuai dengan keinginan bersama. Tentu,semua untuk meningkatkan status liga dan klub menjadi lebih profesional,” lanjutnya.

Dengan kondisi seperti ini,Hendri berharap agar PSSI tidak memaksakan keputusan mereka,apalagi berbagai ketetapan yang dikeluarkan terkesan dipaksakan.”Lihatlah sekarang,dengan dalih melakukan verifikasi ulang terhadap seluruh klub di Indonesia, PSSI akan mengubah tatanan yang ada,” pungkas Hendri.



Batas Maksimal Pemain SFC 25 Orang

Rapat antara manajemen dan pelatih Sriwijaya FC dijelaskan Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Hendri Zainudin, sebagai penentuan akhir dari perburuan pemain.
FC Sriwijaya


Rapat inilah yang akan menentukan skuad Laskar Wong Kito untuk musim 2011/2012 mendatang.

"Rapat 13 Agustus nanti sebagai bentuk penentuan akhir dari perburuan pemain, kita akan berkonsultasi langsung kepada Presiden Klub Dodi Reza Alex dalam penentuan jumlah pemain yang dibutuhkan SFC musim depan, sebab kita tidak ingin kejadian musim lalu terulang, sehingga terjadi pembengkakan jumlah pemain," kata Hendri Zainudin, Minggu (7/8/2011).

Menurut Hendri, sejauh ini beberapa pemain baru sudah didapatkan, sementara pemain lama masih dalam proses seleksi. Siapa saja yang tereliminasi dan siapa pula yang dipertahankan.

"Seluruh pemain yang diperkirakan sekitar 24-25 dan tidak boleh lebih dari itu, tetapi pemain ini akan diusulkan dalam rapat dan akan ditentukan dalam rapat antara manajemen dan pelatih," jelas Hendri.
Kayamba Lebih Baik dari Dzumafo

Seperti diketahui, Dzumafo memang merapat ke SFC. Padahal manajemen sudah melakukan kesepakatan dengan striker Brazil Alberto Goncalves. Kondisi ini membuat manajemen sempat mengalami dilema.
FC Sriwijaya


Meski kemudian Direkrut Teknik dan SDM PT SOM Hendri Zainudin sempat memutuskan memilih Beto, tetapi muncul wacana baru untuk menduetkan kedua di musim depan.

"Kita pilih Beto, meski kemudian Dzumafo mau bergabung. Memang ada usulan dari rekan-rekan facebook untuk menduetkan keduanya, dan Kayamba fokus di asisten pelatih, tetapi semunya kami serahkan kepada pelatih tentang kebutuhan tim," jelas Hendri, Minggu (7/8/2011).

Terkait dengan kondisi ini, pelatih Kas Hartadi yang dikonfirmasi Sripoku.com memberikan jawaban bahwa tidak mungkin mengambil Dzumafo, karena SFC sudah mendapatkan Beto.

"Saya pikir regulasi PSSI sudah jelas klub memakai 3 pemain asing plus 1 Asia. Kalau untuk kualitas Kayamba saya pikir sudah terbukti di SFC, sehingga keberadaan Beto sudah cukup," jelas Kas.

Terkait dengan permintaan fans agar Kayamba lebih fokus menjadi asisten, Kas kurang sepaham, menurut dia Kayamba bisa bermain untuk dua musim lagi jika dia mau."Saya pikir Kayamba sangat berkualitas dan lebih paham permainan SFC," jelasnya.

Kas Pilih Lim Ketimbang Dzumafo

Pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi lebih respek untuk mempertahankan Lim Joon Sik dibandingkan mengambil Herman Dzumafo Epandi. Posisi Lim lebih dibutuhkan tim dibandingkan menambah barisan penyerang.
FC Sriwijaya


"Sebab kita sudah sepakat dengan Alberto Goncalves, kualitasnya bagus dan lini depan kita sudah cukup," jelas Kas, Minggu (7/8/2011).

Menurut mas Kas sapaannya, tenaga Lim lebih dibutuhkan untuk lini tengah Laskar Wong Kito mengingat Firman Utina dan Dirga Lasut dipanggil Timnas, praktis hanya menyisakan Ponaryo Astaman.

"LIm kulaitasnya bagus dan setengah musim itu dia memberikan kontribusi besar bagi lini tengah SFC," jelas Kas Hartadi.