statistik

Blogger Mobile

Powered By Blogger

FR12 Tetap Di SFC

Ferry Rotinsulu menegaskan bahwa ia akan tetap bermain di SRIWIJAYA FC Musim 2012-2013, pernyataan tersebut sekaligus menepis isu miring tentang kepindahan nya ke Persib Bandung

.

Amunisi Baru Lini Depan

SRIWIJAYA FC Kembali mendapatkan Pemain Baru yang di Proyeksikan untuk menggantikan Riski Novriansyah yang tidak diperpanjang Kontraknya

Selamat Tinggal Sang Legenda

Dan kami (Suporter) akhirnya harus benar-benar menerima kenyataan bahwa kami harus berpisah dengan Salah satu Legenda hidup yang tersisa di tim ini.

Striker Baru Sriwijaya FC Asal Jepang

Sriwijaya FC Melengkapi 1 Kuota Pemain Asing Asia yang tersisa Usai merekrut Striker Asal Jepang Yang bersinar di Liga Hungaria

Target Fakhrudin Di SRIWIJAYA FC

Ketika ditanya Apa Target Fakhrudin Bersama SRIWIJAYA FC Musim depan, berikut inilah Jawaban nya

Selasa, 31 Mei 2011

Misi Sulit Bersaing dipapan atas

Sriwijaya FC dipaksa berbagi angka kontra Persija Jakarta 3-3, dalam laga lanjutan Liga Super Indonesia, di Stadion Jakabaring Palembang, Minggu, (29/5). Macan Kemayoran sempat unggul 2-0 di babak pertama.

Persija tampil mengejutkan. Dua gol bersarang di gawang Sriwijaya, pada babak pertama. Adalah striker Bambang Pamungkas yang mampu mengemas gol perdana di laga itu pada menit 13. Agu Casmir, menggandakan gol lewat aksinya pada menit 38. Hingga turun minum, tim tamu unggul 2-0.

Masuk 45 menit kedua, Sriwijaya FC mencoba bangkit. Melalui variasi serangan, tuan rumah menekan. Beberapakali membuka peluang, Laskar Wong Kito, akhirnya berhasil mencetak angka lewat titik putih.

Wasit memberi hadiah penalti, merespon pelanggaran yang dilakukan Greg Nwokolo terhadap pemain Sriwijaya FC, Thierry Gatushi pada menit ke-61. Keith Kayamba Gumbs yang tampil sebagai eksekutor, sukses mengkonversi penalti menjadi gol. Skor pun berubah menjadi 1-2.

Usai gol tersebut, permainan kian terbuka. Kedua tim jual-beli serangan. Namun, bermain di rumah sendiri membuat Sriwijaya tampil percaya diri. Hasilnya, Sriwijaya akhirnya berhasil menyamakan kedudukan lewat gol Budi Sudarsono pada menit ke-68.

Tuan rumah makin trengginas. Pada menit ke-75, Budi kembali mencetak angka melalui aksinya. Tendangan kerasnya dari luar kotak penalti, gagal dibendung Hendro Kartiko sehingga membawa Sriwijaya FC berbalik unggul 3-2.

Merespon gol itu, Macan Kemayoran sadar kalau kedodoran. Tak ingin pulang tanpa hasil, skuad Rahmad Darmawan mencoba menekan. Beberapa peluang pun tercipta. Klimaksnya, pada menit ke-84, Greg Nwokolo berhasil menyamakan kedudukan dan memaksa Sriwijaya berbagi angka. Skor 3-3 pun menjadi hasil pertandingan.

Sulit bersaing dipapan atas, Dengan hasil ini Laskar Wong Kito hanya menambah satu angka sehingga perjalanan di laga selanjutnya harus dilalui dengan kerja keras. Cukup sulit untuk mengejar tiga besar, paling tidak di lima laga sisa.

Sejauh ini SFC masih terpaku di peringkat enam dengan poin 34, sementara Persija gagal menggusur Semen Padang.

SFC harus memenangi lima laga sisa, yakni 3 home dan away. Namun laga tandang sangat sulit bagi tim asuhan Ivan Kolev meraih poin karena harus melawat ke kandang Persiba Balikpapan dan Persijap.

"Kami harus memaksimalkan di tiga laga sisa untuk mengejar tiga besar LSI. Kami harus kerja keras meski sulit," jelasnya.

Jumat, 27 Mei 2011

Jelang Laga SFC vs Persija (Part II)

Ketika Sriwijaya FC dihantui kelelahan, pasukan Persija justru lebih siap dan bugar. Bahkan pasukan Rahmad Darmawan akan "menyerbu" atau tiba di Palembang, Jumat (27/5/2011).

Menurut RD sapaannya, semua pemain siap tempur, dia kini hanya menggelar latihan koordinasi dan taktik menghadapi Sriwijaya FC. Baginya menghadapi SFC adalah mengutamakan kebugaran. Memang faktor istirahat terlalu lama juga akan berpengaruh dalam laga nanti.

"Tentunya anda tahu bagaimana tim yang tidak bermain dalam waktu lama, tetapi sudah kami antisifasi dengan beberapa tray out," urai Rahmad Darmawan, Kamis (26/5/2011).

Sementara itu, Pelatih Persija Jakarta, Rahmad Darmawan tengah mempersiapkan timnya menghadapi Sriwijaya FC di ajang Liga Super Indonesia (LSI) yang dijadwalkan digelar di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Minggu (29/5/2011).


Pasca kekalahan SFC lawan Chonburi FC pada laga AFC, Rabu (25/5), menurut Rahmad Darmawan hal itu justru membuat anak asuhnya semakin sulit.


"Kekalahan itu bukan membuat kami akan memetik keuntungan justru akan semakin menyulitkan kami, sebab motivasi mereka untuk menang semakin berlipat ganda," kata Rahmad Darmawan, Kamis (26/5).

edited by: sripoku.com

Kamis, 26 Mei 2011

Target Pupus di Tanah Thailand

Ambisi Sriwijaya FC untuk memperbaiki rekor penampilan di ajang AFC Cup ternyata belum berhasil. Laskar Wong Kito, julukan Sriwijaya FC, harus tumbang di tangan Chonburi FC di babak 16 besar AFC Cup dengan skor 0-3 di Stadion Chonburi, tadi malam. Hasil ini jelas sangat mengecewakan karena musim lalu, Ferry Rotinsulu dan kawan-kawan juga gagal ke babak 8 besar setelah disingkirkan oleh wakil Thailand, Thai Port dengan skor 1-3.
    Gol kemenangan tuan rumah dicetak masing-mang dicetak striker Ney Fabiano pada menit ke-17, Therdsak Chairman via tendangan penalti pada menit ke-25, dan gol ketiga diciptakan Natthaphong Samana pada menit ke-82. Kemenangan ini mengantarkan The Shark (julukan Chonburi) lolos ke perempat final mengikuti jejak rekan senegaranya Muangthong United yang berhasil menyingkirkan Al Ahed dari Libanon dengan skor 3-0.
    “Kekalahan dengan skor 0-3 sangat jelek sekali. Saya pribadi menilai itu semua karena keputusan wasit yang sangat berpihak kepada tuan rumah di babak pertama hingga menit ke-25. Saya sangat kecewa sekali terhadap kepemimpinan wasit. Kondisi ini membuat mental para pemain Sriwijaya FC jadi down dan tidak mampu mengembangkan permainan,” ujar pelatih Sriwijaya FC, Ivan Venkov Kolev, usai pertandingan kemarin.
    Pelatih asal Bulgaria ini sangat menyayangkan tiga peluang emas Sriwijaya FC gagal diselesaikan dengan baik. Pertama peluang dari striker Budi Sudarsono pada menit ke-5, kedua peluang tendangan bebas Claudiano Alves dos Santos pada menit ke-31 mampu digagalkan oleh kiper Sinthaweechai Hathairattanakool, dan peluang ketiga dari Oktovianus Maniani pada menit ke-60. “Jika salah satu peluang tersebut membuahkan gol maka ceritanya akan lain. Tapi itulah sepak bola, kami tidak beruntung,” lanjut mantan pelatih Persipura Jayapura ini.
    Pada pertandingan tadi malam, Sriwijaya FC mampu mengawali pertandingan dengan baik. Seluruh pemain disiplin dan lakukan pressing ketat terhadap tuan rumah. Pada menit ke-5 Sriwijaya FC langsung mendapatkan peluang emas lewat striker Budi Sudarsono. Sayang mantan pemain Persik Kediri ini gagal menyelesaikan dengan baik karena mampu ditepis oleh kiper Chonburi, Sinthaweechai Hathairattanakool.
    Tidak mau terus ditekan, Pipob Onmo mulai membangun serangan. Tuan rumah berhasil unggul lebih dulu lewat tendangan Ney Fabiano yang memanfaatkan umpan tendangan bebas dari Arthit Sunthornphit pada menit ke-17. Gol ini membuat tim asuhan Withaya Laohakul bernafsu ingin menambah gol.
Ambisi tersebut akhirnya tercapai setelah terjadi pelanggaran Claudiano Alves Dos Santos di kotak penalti. Wasit Abdullah Mohamed Al Hilali dari Oman langsung mengganjar Diano dengan kartu kuning dan memberikan penalti kepada tuan rumah. Penalti ini mampu dilaksanakan dengan baik oleh pemain senior Therdsak Chaiman pada menit ke-25 dengan membobol gawang Ferry Rotinsulu.
Tertinggal 2-0 membuat Sriwijaya FC mencoba lakukan serangan. Pada menit ke-31, Sriwijaya mendapatkan kesempatan dari tendangan bebas di luar kotak penalti. Sayang tendangan bebas yang dilakukan oleh Diano mampu dimentahkan oleh mantan kiper Persib Bandung Sinthaweechai Hathairattanakool. Skor 2-0 ini bertahan hingga babak pertama usai.
Memasuki babak kedua, pelatih Ivan Kolev merotasi permainan. Dirga Lasut ditarik keluar pada menit ke-64 dan digantikan oleh Mahyadi Pangabean. Begitu juga dengan Rendi Siregar dan Achmad Jufriyanto diganti oleh Arif Suyono dan Rudi Widodo pada menit ke-77. Sayang rotasi ini belum mampu membuahkan hasil. Justru tuan rumah mampu menambah keunggulan menjadi 3-0 lewat pemain pengganti Natthaphong Samana pada menit ke-82. Skor 3-0 ini bertahan hingga babak kedua berakhir.
“Saya ucapkan selamat kepada Chonburi yang berhasil lolos ke perempat final. Saya juga menilai Chonburi punya kans untuk merebut juara AFC Cup karena mereka (Chonburi, red) merupakan tim yang sangat kuat dengan permainan yang sangat cepat. Sekali lagi saya ucapkan selamat kepada Chonburi,” tambah Kolev.
Sementara itu, pelatih Chonburi Withaya Laohakul tidak bisa menyembunyikan perasaan senang terhadap kemenangan atas Sriwijaya FC. “Para pemain Chonburi tampil sangat luar biasa dan bekerja sangat disiplin terutama di lini belakang. Saya  sudah tahu kekuatan tim-tim asal Indonesia, jadi kami harus cepat untuk menciptakan gol sehingga membuat permainan lawan tidak berkembang,” pungkas Withaya Laohakul usai pertandingan kemarin.

Selasa, 24 Mei 2011

18 Pemain Tumpuan SFC di Thailand

Sriwijaya FC, hari ini (23/5) bertolak ke Thailand, guna persiapan hadapi Chonburi FC di babak enam belas besar AFC Cup (25/5). Pada tur Thailand ini, Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC) membawa 18 pemain terbaiknya.  “Besok pagi (Hari ini Red) sekitar pukul 09.30 WIB, kami akan berangkat ke Thailand,” ungkap asisten pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi, saat ditemui di Graha Sriwijaya, kemarin (22/5).
    Dari 18 pemain yang diboyong, di antaranya dua pemain Timnas Indonesia. Mahadirga Maranando Lasut dan Oktovianus Maniani. “Kalau Dirga sudah datang ke Palembang. Sedangkan Okto nunggu di Jakarta. Sebab, semalam mau pulang ke Palembang, saya larang. Karena, waktunya nanggung,” imbuh pria asal Solo itu.
    Sedangkan 10 pemain lainnya menurut Kas Hartadi tetap di Palembang. Mereka adalah empat pemain yang belum terdaftar. Seperti, Korinus Fringkeuw, Jajang Mulyana, Lim Joon Sik dan Kim Yong Hee. Ditambah, Jeki Arisandi, Andi Irawan, Ade Suhendra, Keith Kayamba Gumbs (Akumulasi kartu), Gunawan, dan Firman Utina (Pemulihan dari sakit). “Kalau Firman belum bisa dimainkan. Sebab, kondisinya masih belum maksimal,” lanjutnya.
    Kas Hartadi menambahkan, pada tur Thailand ini, anak asuhnya sedang dalam kepercayaan tinggi. Sehingga, pada pertandingan nanti, dirinya yakin, Sriwijaya mampu mendapat kemenangan. “Kondisi mental pemain saat ini sedang bagus-bagusnya. Mereka sangat semangat hadapi pertandingan setelah menjalani libur satu pekan lalu,” ucap mantan pemain Kramayuda Tiga Berlian itu.
    Ya, pascamenjalani libur panjang, Arif Suyono dkk terlihat lepas dalam menjalani latihan. Para pemain terlihat enjoy saat melahap latihan yang diberikan oleh asisten pelatih Kas Hartadi, dalam beberapa lalu. “Semua beban pemain sudah hilang. Ini setelah mereka menjalani rehat dan bertemu dengan keluarganya masing-masing. Dengan tidak ada beban lagi, maka motivasi pemain naik,” pungkasnya
Gelar Doa Bersama Tanpa Petinggi Klub
    Jelang menjalani tur ke Thailand melawan Chonburi FC, pada laga 16 besar FC Cup, Sriwijaya FC menggelar doa bersama. Tapi, pada acara permintaan berkah kepada Tuhan itu tak dihadiri para petinggi Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC). Dari pejabat teras manajemen Sriwijaya FC, hanya hadir Sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri PT SOM, Faisal Mursyid. Asisten manajer Sriwijaya FC, Jamaluddin. Acara yang digelar di Aula Graha Sriwijaya itu juga dihadiri pemain, official, suporter serta anak yatim dan beberapa panti asuhan yang ada di Palembang.
    “Manajemen lainnya sedang berhalangan hadir. Mereka ada urusan di Jakarta setelah kongres PSSI, (20/5) lalu. Mungkin, ada urusan yang belum diselesaikan. Tapi, yang penting sudah ada perwakilan manajemen yakni saya dan Pak Jamal,” ungkap Sekretaris PT SOM, Faisal Mursyid, usai acara kemarin (22/5).
    Pri yang juga menjabat Datuk Talangik itu melanjutkan, acara doa bersama ini digelar untuk meminta ridha dari Allah SWT untuk Sriwijaya FC. Yang bakal menjalani laga krusial melawan tim tangguh Chonburi FC. “Mudah-mudahan Allah memberikan berkah kepada tim Sriwijaya. Sehingga, kami bisa melenggang menuju delapan besar AFC Cup. Sebab, prestasi ini bakal menjadi sejarah baru bagi kami,” lanjutnya.
    Selain untuk Sriwijaya, doa bersama itu juga ditujukan kepada persepakbolaan Indonesia yang sedang carut marut. Menyusul gagalnya Kongres PSSI, (20/5) lalu dan terancamnya Indonesia dari sanksi dari FIFA. “Kami mendoakan agar permasalahan di PSSI bisa segera di selesaikan. Sehingga, kompetisi dan Timnas Indonesia bisa kembali fokus untuk menjalani pertandingan,” tambahnya.
    Sementara, menurut Firman Utina, agenda doa bersama ini bisa dijadikan momentum silaturahmi antara pemain, suporter dan masyarakat umum. Mantan pemain Pelita Jaya itu berharap, acara doa bersama juga bisa menjadi agenda rutin. “Sebab, kesuksesan Sriwijaya juga tak luput dari dukungan suporter dan masyarakat. Untuk itu, kami sangat butuh dukungan. Seperti, lewat doa bersama seperti ini,” timpal pemain Timnas Indonesia itu.

copyright: sumeks.co.id

Kamis, 19 Mei 2011

Laga Sulit di 16-Besar

Janji kapten Keith Kayamba Gumbs untuk membawa SFC maju ke-16 besar terbukti. Bermain tanpa menyerah dari awal, SFC membekuk TSW Pegasus 3-2 pada laga penentuan Grup F AFC Cup di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Rabu (11/5).
 Inilah laga yang sesungguhnya dan menegangkan bagi Laskar Wong Kito. Sebagai pemuncak klasemen Liga Hongkong, Pegasus diperkuat pemain-pemain bintang dan terkenal tangguh di laga kandang maupun tandang.
 Namun rekor tandang Pegasus itu tumbang di tangan para punggawa SFC. Perlawanan Carrijo cs kandas oleh gol Keith Kayamba Gumbs di menit 35, kemudian Supardi menit 58, dan Dirga menit 87. Sementara gol balasan dilesakkan Lay Cheong di menit 29 dan Li Hong Lim menit ke-74.
 Pelatih Ivan Kolev mengaku tegang sepanjang pertandingan. Tetapi dari ketegangan inilah gol demi gol lahir dari kaki para pemainnya. Gumbs cs mampu mengelola rasa tegang menjadi permainan cantik.
 “Semua pemain menjadi pahlawan. Kami pantas masuk babak 16 besar,” jelasnya.
Berikutnya SFC akan menghadapi Chonburi tim kuat asal Thailand. Berdasarkan regulasi, juara grup dan runner up Grup F akan berhadapan dengan juara grup dan runner up Grup H.
 Hasil pertandingan hari ini Song Lam yang menang atas VB Sprot 4-2 menjadi juara grup dengan nilai 12, sementara SFC menjadi runner up dengan nilai 10.
 Sedangkan pertandingan di Grup G, Chonburi menjadi juara grup usai menang 0-3 atas South China. Persipura menjadi runner up usai bermain imbang 1-1 lawan East Bengal. Maka Persipura lawan Song Lam Nghe An pada 23 Mei sementara SFC melawan Chonburi pada 24 Mei.
 Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Hendri Zainudin mengatakan, sesuai dengan janji Presiden Klub H Dodi Reza Alex, manajemen mengucurkan bonus sebesar Rp200 juta kepada Gumbs cs.
 Menurut anggota DPRD Banyuasin ini, SFC baru saja lolos namun tugas berat sudah menanti karena akan menghadapi tim kuat Chonburi. Apalagi SFC akan berlaga tanpa Kayamba akumulasi kartu kuning.

Rabu, 11 Mei 2011

Jelang Pertandingan SFC vs TSW Pegasus

Mental Sriwijaya FC saat ini sedang down. Ini menyusul hasil buruk yang ditorehkan Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC) dalam tiga laga terakhir. Yakni, setelah tumbang 0-1 dari Persib Bandung, (22/4) pada laga Indonesia Super League (ISL). Kemudian keok dalam laga AFC Cup. Masing-masing kalah 0-4 dari Song Lam Nghe AN (26/4), dan keok 0-2 dari VB Sport (4/5) lalu.
    Nah, untuk itu, pelatih Sriwijaya FC, Ivan Kolev terus berupaya untuk menaikkan mental anak asuhnya. Hal itu dilakukan demi memetik hasil maksimal saat hadapi TSW Pegasus (Hong Kong) pada laga lanjutan AFC Cup grup F, di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, besok sore (11/5).
    “Kami terus mempersiapkan diri untuk hadapi TSW Pegasus. Kami harus melupakan hasil yang telah kami dapat sebelumnya. Terpenting saat ini bagaimana pemain bisa bermain maksimal di pertandingan nanti,” kata pelatih, Ivan Kolev, kemarin (9/5).
    Mantan arsitek Timnas Indonesia itu melanjutkan, selain menaikkan motivasi, anak asuhnya harus menjaga konsentrasi tinggi. Sebab, tim yang bakal dihadapi bukanlah tim sembarang. “TSW Pegasus adalah tim terbaik di grup F AFC Cup. Untuk itu, kami harus benar-benar fokus hadapi game ini. Bila lengah maka akan berakibat fatal bagi kami,” imbuh mantan arsitek Persipura Jaya Pura itu.
     Wajar, bila arsitek kelahiran Sofia, Bulgaria, 14 Juli 1957 itu waswas dengan permainan tim asal Hong Kong itu. Ya, Pegasus sendiri saat ini menjadi sang capolista grup F AFC Cup. Dengan torehan 9 poin dari 5 laga yang telah dijalani. Terdiri dari 3 kali menang dan 2 kali menelan kekalahan.
    Hasil itu lebih baik dibandingkan dengan Sriwijaya yang masih bercokol di peringkat ke-3. Dengan torehan 7 poin. Terdiri dari 2 kali menang, 2 kali kalah dan satu kali seri. Bukan hanya kalah soal peringkat. Dari rekor perjalanan pertandingan sendiri, TSW Pegasus juga lebih mentereng dibandingkan Sriwijaya. Ya, skuadra Chan Hiu Ming sukses menekuk beberapa tim yang menumbangkan Sriwijaya.
    Seperti, menang 5-3 atas tuan rumah VB Sport. Sementara Sriwijaya sendiri harus tumbang 0-2 dari tim asal Maladewa itu. Kemudian, menang 1-2 atas tuan rumah Song Lam Nghe An. Sedangkan Sriwijaya harus tunduk 0-4 dari tim asal Vietnam itu.
    Tapi, meski demikian, Sriwijaya mempunyai modal besar untuk menumbangkan TSW Pegasus. Ya, tim juara double winner 2007 itu sukses membungkam 1-2 atas Pegasus pada pertemuan pertama, (15/3) lalu di Stadion Tseung Kwan O Sport Ground Hong Kong.
    Sriwijaya juga mempunyai modal positif saat bermain di home. Tim juara Piala Indonesia tiga kali berturut-turut itu belum pernah terkalahkan saat bermain di kandangnya sendiri. Terutama saat berlaga di AFC Cup. Seperti, bermain imbang 1-1 dari VB Sport (1/3). Kemudian, mampu membungkam Song Lam Nghe An dengan skor 3-1, pada laga home kedua (13/4) lalu.
    Selain itu, mental Ambassa dkk juga sedang tidak bagus. Ini menyusul, hasil buruk setelah ditumbang 2-3 dari Song Lam Nghe AN (4/5) lalu. Praktis, kondisi itu menjadi modal tersendiri bagi Keith Kayamba Gumbs dkk untuk memetik tiga poin pada laga bigmatch nanti.
    “Saya terus tekankan kepada pemain untuk terus berjuang keras di setiap pertandingan. mereka harus all out saat berada di lapangan. Sehingga, kami bisa mendapat hasil maksimal di setiap pertandingan. Termasuk saat hadapi TSW Pegasus nanti,” tambahnya.
    Sementara, TSW Pegasus sendiri tiba di Palembang sudah sejak Minggu, (8/5) lalu. Kemarin, tim Kuda Terbang ini langsung menjalani latihan di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (9/5).
    “Mereka membawa 18 pemain. Dengan empat pemain asing. Rencananya akan latihan di lapangan Pusri. Tapi kami anggap tidak layak, maka kami pindahkan ke Stadion Gelora Sriwijaya,” kata LO (liasson officer) pertandingan, Taufik..


@copyright: sumeks.co.id

Kayamba "Kritik" Cara Kolev Melatih

Kekalahan 0-2 dari VB Sports di Maladewa, Rabu (4/5) membuat Sriwijaya FC dalam posisi sulit. Peluang melaju ke babak 16 besar AFC Cup terasa berat. Jika saja SFC meraih kemenangan, maka tiket sudah pasti dalam genggaman dan Laskar Wong Kito memiliki kesempatan untuk meraih juara Grup. Kini harapan itu sirna dan SFC tidak memiliki pilihan kecuali mengejar posisi runner up. Kapten SFC Keith Kayamba Gumbs yang hampir tidak pernah mengeluh saat tim mengalami kelelahan dan hasil buruk kini angkat bicara. Pemain asal ST Kitts-Nevis ini pun mengkritik pola latihan yang diterapkan pelatih Ivan Kolev yang dinilai terlalu keras, dan banyak dikeluhkan para pemain.

 “Kami capek dan kami butuh istirahat karena setiap hari latihan fisik dan beban, sedangkan latihan strategi sama sekali sangat jarang. Bahkan tidak ada instruksi dari pelatih untuk latihan taktik,” ungkap kapten Gumbs kepada wartawan, Kamis (5/5).
 Menurut dia, secara kualitas SFC unggul atas VB Sport. Tetapi faktanya, mereka kalah. Penyebabnya, menurut Gumbs, karena mereka tidak hanya lelah secara fisik tetapi juga pikiran. Penyebab lainnya, lanjut Gumbs, karena semua individu pemain tidak ada semangat permainan kolektif layaknya sebuah tim besar.
 “Padahal kami butuh kombinasi dan permainan yang variatif setiap pertandingan. Itulah mengapa SFC selalu kalah setiap pertandingan menghadaapi tim-tim kecil,” ungkap Gumbs yang menjadi panutan para pemain.
 Suami Laurencia ini mengungkapkan, para pemain kelelahan sebelum bertanding. Penyebabnya, karena beban latihan yang berat dengan fitness dan fisik. Kondisi ini membuat para pemain tidak enjoy saat bertanding.

 Kini yang dibutuhkan pemain, lanjut Gumbs adalah rileks dan istirahat dengan porsi yang benar. Latihan berat dengan beban fisik tidak akan membantu karena kompetisi semakin padat. Dampaknya kepada fisik pemain yang rentan cedera.
 Protes, Latihan Ditambah “Padahal saya pribadi baik sebagai kapten maupun sebagai pemain terus berbicara kepada pelatih tetapi tidak pernah ditanggapi dengan serius. Bahkan porsi latihan malah ditambah lebih berat,” ujar mantan pemain Sabah FC Malaysia.
 Ketika disoal apakah dirinya kurang fit saat melawan VB Sports, Kayamba menilai penempatan posisinya yang salah. Dia terbiasa bermain di kiri atau kanan bukan di tengah. Akibatnya, tidak ada aliran bola dari sisi kiri atau kanan. Para pemain pun sibuk melakukan pressing sehingga melupakan pertahanan.
 “Saat lawan counter attack, kami lambat turun untuk menghadang serangan lawan. Sehingga musim ini banyak melakukan pelanggaran,” ujarnya.
 Kayamba pun lagi-lagi mengeluhkan porsi latihan yang terlalu keras. Musim lalu, SFC sangat kompak di bawah arahan Rahmad Darmawan. Kolektif dalam bertahan dan menyerang. Musim ini, pemain hanya melakukan pressing ketat dan inter save (buang bola). Ia berkali-kali bicara kepada pelatih, namun tidak digubris pelatih.
 “Justru latihan fisik ditambah dengan berat. Saya sangat pesimis SFC lolos ke babak 16 besar seperti tahun kemarin,” ungkap pemain yang banyak diidolakan fans itu.

Menanggapi keluhan ini, Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Hendri Zainudin, angkat bicara. Menurutnya, urusan teknis di lapangan diserahkan sepenuhnya kepada pelatih, sementara ranah manajemen adalah urusan non teknis. Tetapi keluhan Gumbs sebagai kapten tim, adalah persoalan serius dan akan diteruskan kepada Kolev sebagai masukan. “Kritik dari pemain ini sifatnya membangun dan masukan buat Kolev. Pola latihan keras dan penempaan fisik ala Eropa Timur yang diterapkan Kolev itu ada baiknya, tetapi tetap saja harus diimbangi dengan kemampuan fisik pemain Indonesia. Sebab fisik pemain kita tidak sama dengan fisik pemain dari Eropa,” jelas Hendri.

@copyright : sripoku.com

Kamis, 05 Mei 2011

Laga Pamungkas AFC CUP

Usai takluk dari juru kunci grup F VB. Sport 2-0 peluang SFC semakin berat untuk melaju kebabak 16 besar
Sriwijaya FC yang digadang-gadang bakal finish diurutan teratas Klasmen Grup F tampak terseok-seok ketika harus menghadapi juru kunci VB. Sport yg merupakan tim paling lemah yang berada di grup F ini.
Bagaiman tidak dua tim sebelum SFC mampu meraih poin penuh atas VB. Sport saat bermain dimaladewa hingga tak aneh jika kita menganggap bahwa SFC akan meraih kemenangan  dengan mudah kala meladeni permainan tuan rumah.
namun kenyataan berubah 100% ketika dilapangan,SFC harus menemui kebuntuan diakibatkan menumpuknya pemain VB. Sport dilini pertahanan sebaliknya VB. Sport tampak sangat mudah sekali mengobrak-abrik lini pertahanan Sriwijaya FC melalui serangan baliknya.
Pemain SFC tampak keteteran meladeni permainan disiplin yg diperagakan lini bertahan VB. Sport.
Hingga akhirnya SFC harus pulang dengan tangan Hampa sekaligus mengakui keunggulan Tuan rumah VB. Sport 2-0.

Dengan hasil tersebut maka langkah SFC akan semakin sulit untuk menembus babak 16 besar karena di grup ini hanya menyisakan 1 pertandingan lagi,disaat bersamaan hasil mengejutkan didapat Sonlam kala mampu mengalahkan tuan rumah TSW pegasus dihongkong sehingga dengan demikian Song Lam mengantongi poin 9 dan berkesempatan menjadi juara grup karena dilaga terakhir Song Lam hanya menghadapi tim lemah VB. Sport di hadapan Pendukung nya sendiri.

SFC harus bisa memenangkan pertandingan melawan  TSW Pegasus  di Jakabaring demi meraih 1 Tiket babak 16 Besar,Jika SFC mengalahkan Pegasus maka Dengan demikian SFC akan mengantongi poin 10 dan jika disaat bersamaan Song Lam Mengalahkan VB. Sport maka otomatis Pegasus akan finish diurutan teratas Grup F, namun jika Song Lam kalah dari VB. Sport dan SFC menang dari Pegasus maka Otomatis SFC lah yang akan menjadi pemuncak Klasmen Grup F (semoga Saja !!!!)

Namun kita harus realistis melihat kenyataan,Song Lam mampu mengalahkan VB. Sport di Maladewa maka agak aneh jika Song Lam akan takluk dihadapan Pendukung nya.
Berikut perkiraan Posisi Klasmen Akhir Grup F.

Perkiraan Klasmen Akhir Grup F :



VB. Sport Gebuk SFC 2-0

Sriwijaya FC harus tunduk 2-0 dari tuan rumah VB Sports di Maladewa, Rabu (4/5) malam. Kekalahan ini membuat peluang Laskar Wong Kito semakin berat untuk melangkah ke babak 16 besar AFC Cup.

SFC masih mengantongi nilai 7 dengan menyisakan satu pertandingan kandang yakni menghadapi TSW Pegasus 11 April nanti.

SFC Masih bisa memenuhi ambisinya untuk lolos ke putaran 16 Besar AFC CUP jika mampu mengalahkan TSW Pegasus Dijakabaring dengan demikian SFC Otomatis akan mengantongi 10 poin dan kemungkinan akan finish di urutan ke-2 karena disaat bersamaan Song Lam akan kemungkinan akan mengalahkan VB. Sport dan akan keluar menjadi pemuncak Grup F.

Perkiraan Klasmen Akhir Grup F :

* Lolos Ke Putaran Knock Out 16 Besar

Semoga Saja !!!
Semangat SFC. !!!!

Senin, 02 Mei 2011

Jelang VB. Sport vs SFC

VB Sport memang bukan tim unggulan di grup F, AFC Cup musim ini. Buktinya, tim asal Maladewa itu masih bercokol sebagai juru kunci dengan torehan 1 poin dari 4 kali tanding.
    Hasil itu, merupakan hasil terburuk di grup F. Jauh dibandingkan rival lainnya, seperti, peringkat tiga, Song Lam Nghe An yang mengoleksi 6 poin. Kemudian tim runner up Sriwijaya FC yang telah mengoleksi 7 poin dan sang capolista yang telah mengoleksi 9 poin.
    Tapi meski demikian, Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC) tak mau jumawa. Skuadra Ivan Kolev tetap akan mewaspadai permainan yang bakal diperagakan oleh Ali Umar dkk.
    “VB Sport merupakan tim bagus. Kami tidak melihat dari prestasi mereka saat ini. sebab, semuanya bisa berubah. VB Sport bisa membuat kejutan kepada kami. Seperti, Song Lam Nghe An yang kami kalahkan di sini (Palembang), di kandangnya sendiri kebalikannya, kami harus kalah 0-4,” kata pelatih Sriwijaya FC, Ivan Kolev, kemarin (1/5).
    Kewaspadaan Kolev cukup beralasan. Sebab, pada laga ini, VB Sport tak mau kembali dipecundangi lagi oleh para tamu-tamunya. Maklun, dua laga home lainnya, VB (julukan VB Sport) selalu kalah.
    Yakni, setelah tumbang 1-3 dari Song Lam Nghe An (15/3). Kemudian kembali tunduk di hadapan pendukungnya sendiri, setelah dipecundangi tamunya, TSW Pegasus dengan skor 3-5, Rabu (13/4) lalu.
    Selain tak mau malu ketiga kalinya, kebangkitan VB Sport itu juga untuk memperbaiki rekornya di klasemen sementara yang masih bercokol sebagai juru kunci. Praktis, skuadra Bachtiar Can Vanli berambisi untuk beranjak dari dasar klasemen.
    Motivasi lain adalah, soal modal besar yang dimiliki VB Sport dari Sriwijaya. Ya, satu-satunya poin yang didapat VB Sport adalah saat mampu menahan imbang 1-1 dari Sriwijaya di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring.
    Praktis, sukses menahan seri, VB Sport berambisi untuk mengulang kesuksesannya itu. “Yang penting pemain harus fokus dan mampu bekerja keras demi mendapatkan poin maksimal,” pungkasnya.

Sementara Itu, Sriwijaya tak mau jumawa saat menjalani tur Maladewa kali ini. Pasalnya, tim berjuluk Laskar Wong Kito itu tetap akan mewaspadai permainan VB (julukan VB Sport). ”Semua orang pasti tahu dengan kualitas VB Sport. Mereka dihuni banyak pemain bagus. Permainan mereka juga sangat agresif. Terlebih akan bermain dikandangnya sendiri. Jadi, kami harus mewaspadai itu,” kata pelatih Sriwijaya FC, Ivan Kolev.
    Selain mewaspadai permainan cepat, tactician kelahiran Sofia, Bulgaria, 14 Juli 1957 itu juga mewaspadai beberapa pemain kunci VB Sport. ”Mereka mempunyai stiker asing yang sangat berbahaya. Saat di Palembang, dia (pemain asing Red) tidak dibawa. Tapi, disana (Maladewa) pemain itu pasti akan dimainkan,” lanjut mantan arsitek Persija Jakarta itu.
    Ya, saat melawat ke Sriwijaya, VB Sport hanya membawa satu pemain asing. Yakni, Dauglas Do Santos. Sedangkan sisanya, mereka tinggal. Macam, Husain Habib, Denis Rizvanovic dan Abu Desmond Saray.
    Husain Habib sendiri merupakan striker asal Bahrain. Meski berstatus pemain baru, mantan pemain Qalali itu selalu turun saat VB Sport menjalani laga AFC Cup. Seperti, saat kalah 1-3 dari Song Lam Nghe An (15/3). Kemudian saat tumbang 3-5 dari TSW Pegasus (13/4), dan terakhir saat kalah 0-3 dari TSW Pegasus (26/4) lalu.
    Sedangkan Denis Rizvanovic merupakan gelandang kelahiran Australia, 6 Februari 1987. Meski musim ini jarang diturunkan, Denis sapaanya merupakan pemain berpengalaman di AFC Cup. Musim lalu, Denis selalu diturunkan termasuk saat bantai 3-2 atas Persiwa (24/2/10) lalu. ”Terpenting, pemain harus berjuang keras. Dan fokus pada pertandingan yang dijalani,” pungkasnya.

Kunjungi Blog SFC melalui Handphone Anda Di : http://mippin.com/sriwijaya-fc

@copyright: sumeks.co.id